BANDA ACEH — Program MagangHub 2026 yang dicanangkan pemerintah pusat kini memiliki posko pendampingan di Aceh. Disnakermobduk setempat membuka layanan khusus untuk memfasilitasi perusahaan dan lulusan yang hendak mendaftar, terutama yang mengalami kendala teknis maupun administrasi.
Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, mengatakan posko ini menjadi jembatan bagi para pencari kerja agar bisa terserap ke dunia usaha dan industri melalui skema pemagangan yang terstruktur.
Posko yang berlokasi di Gedung D Kantor Disnakermobduk Aceh, Banda Aceh, buka setiap hari kerja Senin hingga Jumat pukul 08.00–16.00 WIB. Beberapa layanan yang disediakan antara lain:
Menurut Akmil, waktu registrasi yang singkat menjadi alasan utama pembentukan posko. Banyak perusahaan dan calon peserta yang berpotensi kehilangan kesempatan hanya karena terkendala persyaratan atau pemahaman teknis.
"Dengan hadirnya posko di kantor kami ini, saya berharap pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di Aceh dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kompetensi serta daya saing tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran di Aceh," ujar Akmil dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7/2026).
Akmil mengingatkan agar seluruh pihak yang berminat mencermati persyaratan dan tenggat waktu yang sudah ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Ia menekankan agar tidak ada yang menyia-nyiakan peluang ini hanya karena kelengkapan administrasi yang belum siap.
"Saya ingatkan sekali lagi kepada para perusahaan dan peserta, perhatikan jadwal dan segera siapkan semua kelengkapan yang menjadi syarat pendaftaran, jangan sampai ketinggalan," kata Akmil.
Program MagangHub 2026 sendiri dirancang untuk menjembatani lulusan dan pencari kerja agar lebih mudah masuk ke dunia usaha dan industri melalui pemagangan yang terstruktur. Dengan adanya posko pendampingan, diharapkan angka partisipasi di Aceh meningkat dan pengangguran bisa ditekan.