ACEH TAMIANG — Bencana hidrometeorologi yang menerjang Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan dampak luas. Lebih dari 310 ribu jiwa atau sekitar 75 ribu kepala keluarga di 216 kampung yang tersebar di 12 kecamatan terdampak. Rumah warga, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga perkantoran pemerintah mengalami kerusakan.
Memasuki fase pemulihan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendapat suntikan semangat dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Donasi senilai Rp 233.828.795 diserahkan dalam sebuah acara yang digelar di aula Setdakab, Jumat (3/7/2026).
Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kepedulian Bupati Nganjuk beserta jajarannya. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Marhaen Djumadi dan masyarakat Nganjuk. Kehadirannya menjadi pemacu semangat bagi kami, agar dapat bangkit bersama menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Syuibun menjelaskan, kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, relawan, dan NGO berhasil membawa Aceh Tamiang melewati masa tanggap darurat. Kini, wilayah tersebut tengah fokus pada proses pemulihan pascabencana.
Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa kehadiran rombongannya adalah bentuk empati dan solidaritas. “Kami hadir sebagai bentuk persaudaraan dan kepedulian. Semoga bantuan ini dapat meringankan dan memacu semangat bangkit masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap Marhaen Djumadi dalam sambutannya.
Bantuan yang diserahkan merupakan hasil penggalangan dari masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Acara penyerahan turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Nganjuk, Ketua DWP Kabupaten Aceh Tamiang, para asisten dan staf ahli bupati, kepala SKPK Aceh Tamiang, serta Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap donasi ini dapat mempercepat pemulihan infrastruktur dan meringankan beban warga yang masih dalam masa rehabilitasi pascabencana.