Banda Aceh bukan sekadar kota serambi Mekkah. Dalam lima tahun terakhir, geliat kedai kopi di sini tumbuh seperti jamur di musim hujan. Bukan tanpa alasan: warisan kopi Gayo yang diakui dunia jadi fondasi rasa, sementara generasi mudanya pintar mengemasnya dalam balutan interior industrial, minimalis, atau tropis. Hasilnya? Tempat ngopi yang bukan cuma enak, tapi juga 'instagramable' tanpa perlu filter.
Artikel ini merangkum 10 tempat ngopi estetik di Aceh yang sedang hits—dari kafe di tengah sawah hingga rooftop dengan latar Masjid Raya Baiturrahman. Semua informasi harga dan jam buka diverifikasi langsung pada Maret 2026.
Koffie Atjeh adalah salah satu pionir kafe estetik di Banda Aceh. Bangunannya bergaya kolonial Belanda yang dipertahankan asli, dengan dinding bata ekspos dan jendela kayu tinggi. Tempat ini ramai sejak pagi—biasanya dipenuhi mahasiswa Unsyiah dan pegawai kantoran.
Menu andalannya adalah V60 Gayo Wine Process, Rp35.000 per cangkir. Kalau datang jam 8 pagi, kamu bisa dapat meja dekat jendela dengan pencahayaan alami terbaik. Parkir motor agak sempit, lebih baik bawa kendaraan kecil atau ojek online.
Berlokasi di Jalan Sultan Malikul Saleh, Lamgugob, kafe ini punya konsep greenhouse—setengah ruangannya adalah taman dengan monstera dan sirih gading. Udara sejuk, cocok untuk sore hari. Pemiliknya, seorang barista yang pernah magang di Melbourne, memastikan setiap racikan punya catatan rasa yang detail.
Espresso double shot Rp25.000, sementara minuman signature-nya, 'Rempah Latte' (pandan + kayu manis), Rp32.000. Tempat ini tutup pukul 22.00, tapi area outdoor hanya buka sampai jam 19.00 karena nyamuk.
Kalau kamu ke Takengon, jangan lewatkan Gayo Mountain Coffee di Jalan Kebun Kopi, Kecamatan Bebesen. Kafe ini berada di lereng bukit dengan pemandangan langsung ke perkebunan kopi Gayo. Udara dingin khas dataran tinggi (suhu bisa 15 derajat Celcius) bikin secangkir kopi tubruk terasa lebih hangat.
Harga kopi tubruk mulai Rp15.000, sementara manual brew Rp30.000. Mereka juga jual biji kopi mentah—kiloan Rp80.000 untuk grade premium. Akses jalannya menanjak dan sempit, disarankan bawa mobil matik atau motor trail.
Terletak di lantai 3 sebuah ruko di Jalan Mohd. Jam, Kecamatan Kuta Alam, kafe ini menawarkan pemandangan langsung ke kubah Masjid Raya Baiturrahman. Waktu terbaik datang adalah saat golden hour, sekitar pukul 17.30-18.30. Lampu masjid mulai menyala, kontras dengan langit senja.
Menu favorit adalah Es Kopi Susu Gula Aren Aneuk Muda, Rp28.000. Tempat ini ramai setiap akhir pekan—antrean bisa 15 menit untuk naik lift. Tips: datang weekday sore, lebih sepi.
Warung Kopi Solong di Jalan T. Panglima Nyak Makam bukan tempat estetik dalam arti modern. Tapi estetikanya justru datang dari kesederhanaan: lantai semen, meja kayu lapuk, dan poci-poci kopi yang menggelembung di atas kompor. Tempat ini jadi saksi bisu perjalanan kopi Aceh sejak era konflik.
Segelas kopi saring Rp8.000—mungkin termurah di daftar ini. Mereka buka dari jam 5 pagi sampai jam 11 malam. Jangan harap ada WiFi atau colokan listrik. Tapi rasanya? Otentik.
Berjarak 15 menit dari pusat kota Lhokseumawe, Kala Senja berada di Gampong Blang Cut. Kafe ini dibangun di atas panggung, diapit sawah hijau. Suara jangkrik dan kodok jadi latar alami. Banyak pengunjung datang untuk foto prewedding atau sekadar melepas penat.
Minuman termurah es teh manis Rp12.000, kopi susu Rp25.000. Mereka juga menyediakan tikar lesehan di area sawah—cocok untuk grup 5-6 orang. Tapi perhatikan: saat musim hujan (November-Februari), akses jalan becek dan licin.
Dua Putri Coffee di Banda Aceh ini punya fasad beton ekspos dengan graffiti mural karya seniman lokal. Interiornya luas, ada area smoking room terpisah. Tempat ini sering dipakai untuk acara musik akustik setiap Sabtu malam.
Signature drink-nya adalah 'Es Kopi Dua Putri'—campuran espresso, susu kedelai, dan madu—seharga Rp30.000. Mereka juga menyediakan menu berat seperti nasi goreng kambing (Rp45.000). Buka dari jam 10 pagi sampai jam 1 malam.
Berlokasi di Jalan Blang Bintang Lama, Kecamatan Kuta Baro, kafe ini adalah roastery sekaligus tempat ngopi. Kamu bisa melihat langsung proses roasting biji kopi dari balik kaca. Aroma kopi sangrai memenuhi seluruh ruangan.
Mereka menjual kopi Gayo single origin dengan harga Rp120.000 per 250 gram. Untuk minuman di tempat, cold brew Rp35.000 dan affogato Rp40.000. Tempat ini cukup jauh dari pusat kota—sekitar 20 menit dari Simpang Surabaya—tapi worth it untuk pengalaman unik.
Seulawah Coffee di Jalan Tgk. Diblang, Banda Aceh, mengusung tema adat Aceh yang dikemas modern. Dindingnya dihiasi anyaman bambu dan ukiran khas Aceh. Tempat duduknya lesehan dengan bantal batok kelapa.
Menu andalan adalah 'Kopi Seulawah'—kopi hitam dengan tambahan jahe dan serai—Rp25.000. Mereka juga punya kue tradisional seperti bhoi dan timphan, masing-masing Rp10.000. Tempat ini ramai pengunjung ibu-ibu arisan pada siang hari.
Langit Kopi berada di kawasan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. Kafe ini semi-outdoor, dengan kursi beanbag dan lampu string light. Suara ombak bercampur dengan musik lo-fi menciptakan suasana santai.
Harga kopi susu mulai Rp27.000. Mereka juga menyediakan pisang goreng keju (Rp18.000) yang cocok jadi teman ngopi. Tempat ini buka dari jam 16.00 sampai jam 23.00. Saran: bawa jaket karena angin laut cukup kencang setelah magrib.
Berapa rata-rata harga kopi di kafe estetik Aceh?
Kisaran Rp20.000 hingga Rp40.000 untuk minuman berbasis espresso. Kopi tubruk atau saring bisa lebih murah, mulai Rp8.000.
Kafe mana yang buka paling pagi?
Warung Kopi Solong buka dari jam 5 pagi. Koffie Atjeh dan Gayo Mountain Coffee mulai buka jam 8 pagi.
Apakah kafe di Aceh menyediakan tempat parkir luas?
Sebagian besar kafe di pusat kota Banda Aceh memiliki parkir terbatas. Disarankan menggunakan motor atau ojek online. Kafe di pinggiran seperti Tanoh Gayo Coffee punya lahan parkir lebih lega.
Kafe mana yang terbaik untuk kerja atau belajar?
Dua Putri Coffee dan Koffie Atjeh punya meja besar dan colokan listrik. Rempah Coffee juga nyaman, tapi sinyal internet agak lambat di area greenhouse.
Apakah ada kafe estetik di Aceh yang buka 24 jam?
Hingga Maret 2026, belum ada kafe estetik di Aceh yang buka 24 jam. Sebagian besar tutup antara jam 22.00 hingga jam 01.00 dini hari.
Dari Warung Kopi Solong yang legendaris hingga Langit Kopi di tepi pantai, pilihan tempat ngopi di Aceh kini makin beragam. Bukan cuma soal rasa kopi Gayo yang diakui dunia, tapi juga soal pengalaman—duduk di antara sawah, mendengar ombak, atau menatap lampu masjid dari ketinggian. Selamat mencoba satu per satu.