BANDA ACEH — Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh memastikan stok beras SPHP aman dan distribusi terus digencarkan ke seluruh kabupaten dan kota menyusul masuknya musim tanam yang mendorong harga gabah naik. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, menyatakan pihaknya optimistis target tahunan bisa tercapai.
"Insya Allah target ini akan tercapai, karena saat ini kita sedang masifkan distribusi SPHP ke mitra-mitra Bulog yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk stabilisasi harga beras," kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).
Budi menjelaskan, saat musim tanam berlangsung, harga gabah di tingkat petani mengalami kenaikan hingga Rp 8.100 per kilogram. Kondisi itu otomatis mendorong harga jual beras di pasar eceran ikut merangkak naik.
Meski demikian, ia menilai kenaikan harga gabah justru berdampak positif bagi petani karena meningkatkan nilai jual hasil panen mereka. "Pihaknya tidak mempermasalahkan harga gabah tinggi, karena nilai tambahnya langsung dinikmati oleh masyarakat. Antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga beras yang kita pastikan SPHP tersedia dengan cukup di pasaran," ujarnya.
Untuk menjaga harga beras tetap terjangkau, Bulog Aceh menyalurkan beras SPHP melalui berbagai kanal. Mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), pedagang beras mitra Bulog, pasar tradisional, hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar secara berkala.
"Mudahnya masyarakat membeli beras dengan harga terjangkau juga menjadi bagian untuk menekan laju inflasi Aceh baik secara tahunan maupun bulanan," tambah Budi.
Realisasi 9.000 ton hingga awal Juli 2026 menjadi sinyal bahwa distribusi berjalan sesuai rencana. Ke depan, Bulog akan terus memasok beras SPHP ke berbagai pasar di seluruh Aceh agar pasokan tetap tersedia dan harga beras di tingkat konsumen tidak melonjak drastis.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi pangan, terutama saat musim tanam yang kerap memicu gejolak harga di tingkat produsen dan eceran.