Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Turun Jadi Rp7,53 Juta per Mayam, Pembeli Membludak 90 Persen

Penulis: Yasir  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 22:10:31 WIB
Harga emas perhiasan di Banda Aceh turun menjadi Rp7,53 juta per mayam, mendorong lonjakan pembeli.

BANDA ACEH — Fenomena ini terjadi setelah harga emas mengalami fluktuasi dalam enam bulan terakhir. Para pedagang mencatat, daya beli konsumen justru meningkat signifikan saat harga berada di titik terendah.

Lonjakan Transaksi Saat Harga Turun

Pedagang emas di Banda Aceh, Daffa, mengungkapkan bahwa penurunan harga langsung berdampak pada volume transaksi di tokonya. Ia menyebut hampir seluruh pengunjung yang datang memanfaatkan momen tersebut.

“Kalau harga turun seperti sekarang, pembeli memang lebih ramai. Sekitar 90 persen yang datang memilih membeli emas,” kata Daffa.

Harga emas perhiasan pada hari itu tercatat Rp7.530.000 per mayam, turun tipis dari posisi sehari sebelumnya yang mencapai Rp7.550.000 per mayam. Jika sudah termasuk ongkos pembuatan, harganya menjadi Rp7.730.000 per mayam.

Investasi Safe Haven Mulai Diminati

Daffa menjelaskan, pergeseran pola pikir masyarakat menjadi faktor utama di balik tingginya minat beli. Warga kini tidak lagi membeli emas semata untuk perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen investasi.

“Dalam enam bulan terakhir harga emas memang naik turun. Tetapi daya beli tetap meningkat karena masyarakat sudah memahami bahwa emas merupakan aset yang aman untuk investasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman ini membuat masyarakat tetap percaya diri membeli emas meskipun harga sedang bergejolak. Emas dinilai sebagai safe haven atau tempat berlindung yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.

Apa yang Mendorong Pergeseran Perilaku?

Para pedagang menilai, tren ini menunjukkan bahwa literasi keuangan masyarakat Banda Aceh mulai meningkat. Pembelian emas kini dianggap sebagai bentuk penyimpanan nilai jangka panjang, bukan sekadar konsumsi.

Daffa menambahkan, kondisi ekonomi yang dinamis justru mendorong warga untuk lebih cermat dalam mengelola aset. “Mereka sadar, emas bisa jadi cadangan yang mudah dicairkan kapan saja,” pungkasnya.

Reporter: Yasir
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top