BANDA ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memastikan tiga program strategis pengembangan lapangan Arun dan South Lhoksukon (SLS) di Wilayah Kerja (WK) B, Aceh Utara, berjalan positif. Proyek yang mencakup pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF) ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2027. Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra menyatakan hasil monitoring terbaru menunjukkan progres yang sesuai perencanaan.
Nizar Saputra mengungkapkan, pemantauan dilakukan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara rencana pengembangan yang telah disetujui dengan realisasi di lapangan. Evaluasi mencakup aspek subsurface, surface facilities, jadwal proyek, proyeksi profil produksi, hingga keekonomian proyek secara keseluruhan.
"Hasil pemantauan, BPMA mencatat hingga saat ini progres pelaksanaan cukup positif pada tiga program utama, yakni pembangunan GEG, GBC, GPF," kata Nizar di Banda Aceh, Senin.
Program Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun dan SLS ini dirancang untuk mengurangi inefisiensi operasi di WK B. Tujuan utamanya adalah meningkatkan sales gas, yang secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan penerimaan negara.
Nizar menegaskan, percepatan pelaksanaan seluruh program strategis ini harus tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, serta prinsip tata kelola yang baik. BPMA mendukung penuh upaya peningkatan produksi migas di WK B untuk memastikan keberlanjutan pasokan feed gas bagi fasilitas pengolahan yang sedang dikembangkan.
BPMA berharap proyek pengembangan ini dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal onstream pada 2027. Hal ini dinilai penting agar hasil yang diperoleh bisa maksimal, baik bagi negara, daerah, maupun kontraktor.
Melalui monitoring ini, BPMA ingin memahami secara komprehensif berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Langkah mitigasi yang telah disiapkan juga dipastikan berjalan efektif agar target proyek tercapai sesuai rencana.
"Kita berharap pelaksanaan OPL Arun & SLS, peningkatan nilai keekonomian proyek, serta peningkatan penerimaan negara dapat terwujud secara berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Aceh," demikian Nizar.