Pemerintah Siap Luncurkan B50 pada 1 Juli, Pertamina Diminta Siapkan Infrastruktur Distribusi

Penulis: Ragil  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 14:24:31 WIB
Pemerintah siap meluncurkan B50 mulai 1 Juli untuk meningkatkan penggunaan biodiesel di Indonesia.

ACEH — Program B50 menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam transisi energi. Campuran minyak sawit dalam solar ditingkatkan secara bertahap, dari B30, B35, dan kini langsung menuju B50. Keputusan ini diambil di tengah upaya menekan defisit neraca migas dan menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Pertamina Siapkan Jaringan Pemasaran dan Blending

PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang mengelola bahan bakar minyak nasional diminta menyiapkan infrastruktur pendukung. Holding BUMN migas ini harus memastikan kapasitas tangki penyimpanan, fasilitas pencampuran (blending), serta jaringan distribusi ke SPBU di seluruh Indonesia siap sebelum 1 Juli.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, sebelumnya menyatakan perseroan telah melakukan uji coba teknis terhadap B50 di sejumlah mesin diesel. Hasilnya, performa mesin dinilai tidak mengalami penurunan signifikan. Namun, tantangan terbesar ada pada logistik dan ketersediaan pasokan minyak sawit mentah (CPO) dalam jumlah besar.

Dampak ke Harga dan Pasokan Solar Subsidi

Pemerintah belum mengumumkan skema harga B50, apakah akan disubsidi seperti solar saat ini atau mengikuti harga keekonomian. Jika harga jual lebih tinggi dari solar biasa, konsumen—terutama sektor transportasi dan industri—bisa terkena dampak langsung.

Di sisi lain, petani sawit di Sumatera dan Kalimantan diuntungkan karena permintaan CPO domestik meningkat signifikan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan kebutuhan CPO untuk program B50 bisa mencapai 15-17 juta kiloliter per tahun.

Kesiapan Teknologi Mesin Kendaraan

Asosiasi produsen kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) masih mengkaji dampak B50 terhadap mesin diesel yang beredar di dalam negeri. Beberapa merek kendaraan komersial seperti truk dan bus memerlukan penyesuaian pada sistem injeksi bahan bakar agar tidak cepat rusak.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan memberikan masa transisi bagi pemilik kendaraan untuk melakukan modifikasi mesin jika diperlukan. Sosialisasi teknis akan dilakukan bersama Pertamina dan bengkel resmi di berbagai daerah.

Program B50 menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Jika berjalan lancar, Indonesia bisa menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran biodiesel 50 persen secara massal. Keberhasilan ini juga akan memperkuat posisi sawit sebagai komoditas strategis nasional.

Reporter: Ragil
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top