BANDA ACEH — Ruas Jalan Bireuen–Takengon yang putus di Tajuk Enang-Enang sejak akhir November 2025 masih menjadi perhatian utama warga dan organisasi masyarakat. Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh mendatangi Kantor BPJN Aceh di Luengbata untuk mendorong percepatan pemulihan akses vital yang menghubungkan pesisir utara dan wilayah tengah Aceh itu.
Audiensi pada Kamis (25/6/2026) itu diterima langsung oleh Kepala Balai, kasatker, dan sejumlah pejabat BPJN Aceh. Dari KNA hadir Ketua Harian Ichwanul Fitri, Sekretaris Umum Syahdansyah, Pengawas Prof. Sofyan M. Saleh, Pembina Ir. Ruslan Abd. Gani, anggota Dewan Pakar sekaligus anggota DPRA M. Taufik, serta sejumlah pengurus lainnya.
Dalam pertemuan itu, KNA mengusulkan agar jalan dan jembatan yang saat ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat dapat difungsikan sementara. Namun, perlu ditunjang dengan pembangunan jembatan darurat yang aman dilalui kendaraan bertonase terbatas.
“Perlu ada monitoring dan tindak lanjut yang berkelanjutan agar pemulihan akses jalan ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ichwanul Fitri usai pertemuan.
BPJN Aceh menyambut usulan tersebut dan akan meneruskannya ke kementerian, termasuk penyediaan rambu-rambu pendukung untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, upaya perbaikan jalur alternatif melalui kawasan Werlah tetap dilanjutkan.
BPJN Aceh menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk pemulihan Jalan Enang-Enang melalui pembangunan jembatan permanen. Tahap perencanaan ditargetkan dimulai pada 2027, meskipun BPJN akan mengupayakan percepatan agar proses bisa dimulai pada 2026.
Pada hari yang sama, tim penilai jalan dan jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dijadwalkan datang untuk melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi Jalan Enang-Enang. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya.
Dalam audiensi yang sama, KNA juga mengusulkan peningkatan status jalan tersebut dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional. Langkah itu dinilai penting untuk mendukung konektivitas dan percepatan pembangunan kawasan.
KNA dan BPJN Aceh sepakat untuk menggelar pertemuan lanjutan guna memantau dan mengevaluasi perkembangan proses pemulihan jalan. Kedua pihak juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas dan terbuka kepada masyarakat mengenai rencana pemulihan Jalan Bireuen–Takengon, khususnya di wilayah Tajuk Enang-Enang yang menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.