BI dan TNI AL Kirim Rp5 Miliar Uang Baru ke Lima Pulau Terluar Aceh, Target 695 Mil Laut

Penulis: Yasir  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:49:31 WIB
Bank Indonesia dan TNI AL mendistribusikan Rp5 miliar uang baru ke lima pulau terluar Aceh.

SABANG — Sebanyak Rp5 miliar uang rupiah layak edar mulai didistribusikan ke lima pulau terluar di Aceh melalui ekspedisi bersama Bank Indonesia dan TNI AL. Jumlah ini meningkat 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Plh Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan pengedaran uang tunai ini menjangkau Pulau Weh (Sabang), Pulau Nasi dan Breuh (Aceh Besar), Pulau Banyak (Aceh Singkil), serta Pulau Simeulue. Kapal perang KRI-Tuna 876 diberangkatkan dari dermaga Lanal Sabang pada Kamis (18/6).

Misi Ganda: Edarkan Uang Baru, Tarik Uang Lusuh

Hertha menjelaskan, dalam ekspedisi ini petugas tidak hanya menyalurkan uang baru ke masyarakat. Mereka juga menarik uang lusuh atau tidak layak edar yang beredar di pulau-pulau terpencil tersebut.

"Kita juga memberikan edukasi cinta, bangga, dan paham rupiah kepada masyarakat. Langkah ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengenali dan menjaga uang rupiah, karena rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara," kata Hertha Bastiawan.

Sinergi BI-TNI AL: Menjaga Kedaulatan dari Darat hingga Laut

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, menegaskan bahwa tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan. Menurutnya, kolaborasi ini membawa harapan besar bagi masyarakat di wilayah 3T agar bisa mendapatkan uang layak edar dengan mudah.

"Angkatan laut menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. Sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan dari sisi ekonomi bangsa," ujar Sadimin.

Hertha menambahkan, secara substansi TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan dengan pertahanan, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan negara melalui rupiah. "Membela negara tanpa senjata," katanya.

Rekam Jejak: 150 Kali Ekspedisi ke 766 Pulau Sejak 2012

Sejak 2012 hingga 2025, Bank Indonesia dan TNI AL telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling ke daerah 3T. Kegiatan itu telah mengunjungi 766 pulau di 18 provinsi secara nasional, dan empat provinsi secara mandiri.

Tahun ini, kedua lembaga sepakat memperluas jangkauan layanan kas keliling sebanyak 19 kali ke 19 provinsi dengan target 97 pulau. Ekspedisi rupiah berdaulat ke lima pulau di Aceh ini merupakan kegiatan ke-10 kalinya pada tahun 2026.

Hertha menekankan, Bank Indonesia diberikan amanat dan kewenangan oleh negara untuk melakukan pengelolaan uang rupiah, mulai dari perencanaan pencetakan hingga pemusnahan. TNI AL menjadi garda terdepan yang memiliki kekuatan armada untuk menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Reporter: Yasir
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top