BANDA ACEH — Sepuluh jamaah haji asal Aceh kini tercatat meninggal dunia selama menjalani ibadah di Tanah Suci. Korban terbaru adalah seorang jamaah pria lanjut usia asal Kota Langsa yang wafat pada Selasa (4/6/2024) waktu Arab Saudi.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Aceh, Drs H Bustamam MPd, membenarkan kabar duka tersebut. Jenazah korban saat ini masih berada di rumah sakit di Arab Saudi dan belum ada jadwal pemulangan.
Pihak Kemenag Aceh masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan otoritas kesehatan Arab Saudi terkait proses evakuasi jenazah. "Kami masih menunggu informasi dari petugas kloter terkait perkembangan di lapangan," ujar Bustamam.
Belum ada kepastian apakah jenazah akan langsung dipulangkan ke Aceh atau dimakamkan di Tanah Suci. Prosedur pemakaman jamaah haji yang wafat di Arab Saudi biasanya mengikuti ketentuan otor setempat dan kesepakatan keluarga.
Sepanjang musim haji tahun ini, jamaah lanjut usia menjadi kelompok paling rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Suhu udara di Mekkah dan Madinah kerap menyentuh 45 derajat Celsius pada siang hari, memicu kelelahan dan komplikasi kesehatan pada jamaah berusia di atas 60 tahun.
Kemenag Aceh mengimbau seluruh jamaah, khususnya lansia, untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunah di luar waktu yang dianjurkan. Petugas kloter juga diminta memperketat pemantauan kondisi kesehatan jamaah setiap hari.
Provinsi Aceh memberangkatkan ribuan jamaah haji pada musim haji 1445 Hijriah ini. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan jamaah lanjut usia yang tergabung dalam berbagai kloter keberangkatan dari embarkasi Aceh.
Pemerintah terus mengimbau jamaah agar menjaga kondisi fisik dan segera melapor ke petugas jika merasakan gejala sakit. "Kesehatan adalah prioritas utama. Jangan paksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan," tegas Bustamam.