Satpol PP-WH Banda Aceh Petakan Titik Rawan PMKS, Gelandangan dan Pengemis Masih Mendominasi Razia

Penulis: Ragil  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 22:53:31 WIB
Satpol PP-WH Banda Aceh melakukan pemetaan titik rawan aktivitas PMKS di kota.

BANDA ACEH — Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, M Rizal, mengatakan pihaknya terus menggencarkan patroli dan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan aktivitas PMKS. Pemetaan ini menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan jadwal dan lokasi operasi secara berkala.

“Berdasarkan hasil patroli dan razia yang dilaksanakan, PMKS paling banyak ditemukan di Kota Banda Aceh berasal dari kategori gelandangan dan pengemis,” ujar Rizal, Selasa (16/6/2026).

Lokasi Fokus Pengawasan: Simpang Jalan hingga Pasar

Menurut Rizal, penyebaran PMKS tidak merata. Mereka umumnya terkonsentrasi di kawasan dengan tingkat aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas yang tinggi.

“Mereka umumnya berada pada kawasan yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas yang tinggi, seperti persimpangan jalan utama, pusat perdagangan, pasar, dan area publik lainnya,” ujarnya.

Lokasi-lokasi tersebut kini menjadi prioritas pengawasan. Patroli rutin akan difokuskan di titik-titik itu untuk meminimalisir aktivitas PMKS di ruang publik.

Bukan Sekadar Razia, Ada Pembinaan dari Instansi Terkait

Rizal menegaskan, penanganan PMKS tidak berhenti pada penertiban di lapangan. Satpol PP-WH terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani para gepeng yang terjaring razia.

“Penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga diarahkan pada pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan agar para penyandang masalah sosial tidak kembali ke jalan dan mendapatkan solusi jangka panjang.

Patroli Rutin untuk Ciptakan Kota Tertib dan Nyaman

Kepala Satpol PP-WH menambahkan, patroli dan penertiban akan terus dilakukan secara rutin. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Banda Aceh.

Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di jalan. Langkah tersebut dinilai justru memperkuat rantai permasalahan sosial yang ada.

Reporter: Ragil
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top