Ketua TP PKK Aceh Kenang Abu Doto sebagai Senior dan Teladan, Sosok Dokter Pejuang yang Didedikasikan untuk Aceh

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 20:12:31 WIB
Ketua TP PKK Aceh mengenang Zaini Abdullah sebagai sosok senior dan teladan perjuangan Aceh.

ACEH BESAR — Kepergian Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pemerintah Aceh. Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na, menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya tokoh yang dinilainya sebagai bapak bagi semua.

“Duka mendalam kami sampaikan atas berpulangnya orang tua kita, tokoh perjuangan Aceh Bapak Zaini Abdullah. Seorang senior, seorang bapak bagi kita semua yang telah banyak berjuang untuk Aceh dan menjadi tauladan bagi kita semua, baik di masa konflik, saat merajut damai hingga saat Almarhum menjabat sebagai Gubernur Aceh pada 2012-2017 silam,” ujar Kak Na dalam sambangannya di rumah duka.

Dokter, Diplomat, dan Gubernur: Tiga Peran yang Diemban Abu Doto

Zaini Abdullah bukan sekadar mantan kepala daerah. Sebelum menjabat gubernur, ia adalah Menteri Kesehatan GAM di pengasingan di Swedia. Pria kelahiran 24 April 1940 ini juga seorang dokter yang mengabdikan ilmunya untuk masyarakat.

Menurut Kak Na, semangat juang Abu Doto patut diteladani generasi muda Aceh. Ia dinilai konsisten mengabdi sejak masa konflik, proses rekonsiliasi, hingga memimpin Aceh pasca-nota kesepahaman Helsinki.

“Berpulangnya Almarhum tentu menjadi sebuah kehilangan bagi kita semua. Kami berharap Umi Niazah A Hamid selalu tabah. Abu Doto adalah orang yang sangat baik dan selalu mendedikasikan hidupnya untuk orang banyak, untuk Aceh tercinta, baik saat beliau sebagai dokter, di masa perjuangan maupun saat beliau menjabat sebagai Gubernur Aceh. Insya Allah, Abu Doto Husnul Khatimah dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah,” sambung Kak Na.

Dimakamkan di Kompleks Sekolah di Pidie

Almarhum Zaini Abdullah tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada Sabtu (13/6/2026) pukul 12.24 WIB. Jenazahnya kemudian dimakamkan di kampung halamannya, tepatnya di Kompleks Sekolah Yayasan Tgk Chik Hanafiah, Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Semasa hidup, Abu Doto dikenal sebagai tokoh senior GAM yang ikut merumuskan perdamaian Aceh. Bersama Muzakir Manaf, ia memimpin Aceh selama lima tahun hingga 2017, meninggalkan warisan berupa stabilitas dan pembangunan pasca-konflik.

Reporter: Sutomo
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top