Gorilla Glass Lebih Tanggung untuk Smartwatch Olahraga, Tapi Goresan Jadi Korbannya

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 10:07:01 WIB
Gorilla Glass menawarkan ketahanan benturan optimal untuk smartwatch olahraga.

Keputusan memilih material kaca smartwatch bukan sekadar soal estetika, melainkan soal bagaimana perangkat itu digunakan setiap hari. Gorilla Glass dan kaca safir, dua jenis kristal pelindung yang dominan di pasar, punya karakteristik yang bertolak belakang. Gorilla Glass, buatan Corning, dirancang untuk menahan jatuh ke permukaan keras seperti beton, menjadikannya pilihan ideal untuk penggemar kebugaran.

Gorilla Glass: Kuat Benturan, Rentan Goresan

Dalam uji skala kekerasan Mohs, Gorilla Glass berada di angka enam hingga tujuh. Angka ini setara dengan pisau, piring kaca, atau paku baja — cukup keras untuk penggunaan sehari-hari, tapi masih bisa meninggalkan bekas goresan dari pasir atau kuarsa. Bagi pelari atau pengguna yang sering berolahraga, risiko ini dianggap sebanding dengan ketangguhan strukturnya.

Beberapa model yang mengadopsi Gorilla Glass antara lain Pixel Watch, Garmin Forerunner 970, dan Xiaomi Watch Color 2. Harganya juga lebih bersahabat. Garmin Forerunner 970 misalnya, dibanderol 749,99 dolar AS (sekitar Rp 12 juta), sementara varian safir dari seri f?nix 8 mencapai 1.199,99 dolar AS (sekitar Rp 19,2 juta).

Kaca Safir: Mewah dan Anti Gores, Tapi Rapuh Saat Jatuh

Safir sintetis menempati peringkat sembilan dari 10 pada skala Mohs — hanya kalah dari intan. Ini membuatnya hampir mustahil tergores dalam pemakaian normal. Namun, kekerasan ekstrem ini justru membuatnya lebih getas. Benturan keras, seperti membenturkan jam ke besi barbel, lebih berpotensi menyebabkan kaca pecah atau retak.

Sifat safir yang premium membuatnya menjadi pilihan jam tangan pintar kelas atas. Harganya yang lebih mahal mencerminkan material yang lebih eksklusif. Namun, bagi sebagian pengguna, peningkatan dari Gorilla Glass ke safir dianggap tidak sepadan dengan biaya tambahan, terutama jika jam tangan digunakan untuk aktivitas fisik yang berisiko tinggi.

Tak Perlu Lagi Pelindung Layar Tambahan

Baik Gorilla Glass maupun safir sama-sama dirancang untuk membuat pelindung layar tambahan tidak lagi diperlukan. Keduanya sudah teruji untuk melindungi layar dari goresan ringan dan benturan sehari-hari. Perbedaan mendasar hanya pada prioritas: satu lebih kuat terhadap benturan, satu lagi lebih tahan terhadap goresan.

Pada akhirnya, pilihan kembali pada profil pemakaian. Jika smartwatch lebih sering dipakai di gym atau lintasan lari, Gorilla Glass menawarkan ketenangan pikiran saat terbentur. Jika jam tangan adalah pernyataan gaya yang jarang bersentuhan dengan aktivitas ekstrem, kaca safir memberikan tampilan mulus tanpa goresan untuk waktu yang lebih lama.

Reporter: Sutomo
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top