Resmi Beroperasi Penuh, Pipa Gas Cisem II Siap Alirkan Gas ke Industri dan Rumah Tangga di Pantura

Penulis: Ragil  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 16:02:31 WIB
Pipa gas Cisem II sepanjang 245 km resmi beroperasi penuh mengalirkan gas ke industri dan rumah tangga di Pantura.

ACEH — Pipa Cisem II membentang sepanjang 245 kilometer, menghubungkan titik-titik strategis dari Batang, Cirebon, hingga Kandang Haur Timur. Infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek transmisi gas bumi Cisem tahap kedua yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi di jalur Pantura.

Dengan beroperasinya pipa ini, pasokan gas bumi akan mengalir ke lima kawasan industri utama di Jawa Tengah. Mereka adalah Kawasan Industri Batang, Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, serta kawasan industri di Cirebon dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyebut komisioning ini sebagai tonggak penting. "Integrasi sistem transmisi gas Cisem II memastikan keandalan pasokan untuk sektor industri dan kelistrikan di Jawa Tengah," ujarnya dalam seremoni peresmian.

Dampak Langsung: Tarif Gas Lebih Murah, Listrik Lebih Stabil

Bagi pelaku industri di Pantura, operasional pipa ini berarti biaya logistik energi yang lebih rendah. Sebelumnya, sebagian industri mengandalkan pasokan gas dari sumber lain yang ongkos kirimnya lebih mahal.

Tak hanya industri, dampaknya juga terasa ke rumah tangga. Pemerintah menargetkan jaringan gas kota (jargas) di Semarang dan Cirebon bisa diperluas. Rumah tangga yang terhubung ke jargas bisa menikmati tarif gas yang lebih murah ketimbang membeli elpiji tabung 3 kilogram.

Dari sisi kelistrikan, pasokan gas yang stabil dari Cisem II akan mendukung pembangkit listrik milik PT PLN di kawasan tersebut. Ini krusial untuk menjaga pasokan listrik di Jawa Tengah tetap andal, terutama saat beban puncak.

Rencana Selanjutnya: Integrasi ke Jaringan Transmisi Nasional

Setelah Cisem II resmi beroperasi, Pertamina dan Ditjen Migas akan fokus pada integrasi pipa ini ke jaringan transmisi gas bumi nasional. Langkah ini untuk menciptakan sistem distribusi gas yang terhubung dari barat hingga timur Jawa.

Pemerintah juga tengah mengkaji pengembangan jaringan pipa lanjutan ke arah timur, yakni dari Semarang menuju Surabaya. Jika terealisasi, konektivitas gas bumi di Pulau Jawa akan semakin paripurna, menekan biaya energi nasional, dan memperkuat daya saing industri dalam negeri.

Reporter: Ragil
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top