BANDA ACEH — Khairuddin, peternak asal Gampong Gla Meunasah Baro, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, mengaku optimistis dengan tren permintaan sapi kurban tahun ini. Peningkatan minat masyarakat untuk berkurban menjadi faktor utama di balik kenaikan omzet yang ia rasakan bersama peternak lainnya.
Khairuddin merincikan, sapi yang dijual di peternakannya memiliki rentang harga yang bervariasi. Mulai dari Rp16 juta per ekor untuk ukuran kecil, hingga Rp72 juta per ekor untuk sapi dengan bobot maksimal.
Bobot sapi yang tersedia pun beragam. Ada yang berbobot 300 kilogram, 500 kilogram, 800 kilogram, bahkan mencapai 1 ton untuk sapi ukuran terbesar.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sapi-sapi milik Khairuddin telah dipesan oleh berbagai pihak. Pembeli setianya berasal dari perbankan seperti BSI Aceh, instansi pemerintah, universitas, hingga perorangan.
"Saat ini kami sedang memproses pengantaran sapi yang sudah dibeli oleh masyarakat dan lembaga ke titik lokasi sesuai dengan permintaan dari para pembeli," kata Khairuddin, Kamis.
Kenaikan permintaan ini didukung oleh ketersediaan hewan ternak di Kabupaten Aceh Besar. Dinas Pertanian (Distan) setempat memastikan pasokan aman untuk tradisi meugang dan ibadah kurban tahun ini.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Distan Aceh Besar, Uzir, menyebutkan total persediaan mencapai 3.242 ekor. Rinciannya, sapi jantan sebanyak 1.643 ekor, kerbau jantan 477 ekor, dan kambing sebanyak 1.122 ekor.
Khairuddin menambahkan, tingginya minat masyarakat berkurban berdampak langsung pada peningkatan omzet. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, seiring dengan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap ibadah kurban.