ACEH — Pendaftaran program beasiswa MOE Taiwan untuk tahun akademik 2026 akan dibuka pada 1 Februari hingga 31 Maret 2026. Program ini mencakup seluruh jurusan, mulai dari teknik, ilmu komputer, bisnis manajemen, hingga hospitality yang selama ini menjadi favorit mahasiswa Indonesia.
Manajer Taiwan Education Center Indonesia, Tirta Amerta Effendi, menyebutkan biaya pendidikan di Taiwan relatif terjangkau, berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per semester. "Pemerintah Taiwan sangat membuka gerbang seluas-luasnya bagi pelajar Indonesia," ujarnya dalam acara Pentas Pelajar Hardiknas, Sabtu (23/5/2026).
Kekhawatiran calon mahasiswa yang belum menguasai bahasa Mandarin bukanlah hambatan. Tirta menjelaskan, universitas di Taiwan menyediakan kelas bahasa Mandarin gratis bagi mahasiswa internasional, termasuk mereka yang mengambil program studi berbahasa Inggris.
"Kalau enggak bisa Mandarin, pilih saja jurusan yang full diajarkan dalam bahasa Inggris. Nanti saat kuliah, ada kelas belajar bahasa Mandarin gratis karena diwajibkan," kata Tirta.
Selain beasiswa program gelar (degree) dari MOE, pemerintah Taiwan juga membuka Huayu Enrichment Scholarship (HES). Program non-gelar ini khusus untuk mempelajari bahasa Mandarin selama satu tahun dengan uang saku bulanan 28.000 NTD atau sekitar Rp15 juta.
Pendaftar HES hanya perlu berusia minimal 18 tahun dan lulus SMA, tanpa syarat kemampuan bahasa Mandarin. "Bisa enggak bisa Mandarin boleh daftar HES," tegas Tirta.
Informasi resmi pendaftaran kedua program beasiswa ini dapat diakses melalui laman studi di taiwan.blogspot.com dan akun Instagram resmi @tetotec_indonesia yang diakui langsung oleh pemerintah Taiwan.
Bagi pelajar yang memilih program studi berbahasa Inggris, sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL ITP atau TOEFL iBT menjadi syarat pendaftaran. Tirta menambahkan, pembelajaran bahasa Mandarin tetap diwajibkan bagi mahasiswa internasional selama studi, namun universitas menyediakan kelas dari tingkat dasar.
Pemerintah Taiwan melalui MOE mengelola berbagai departemen strategis, termasuk Departemen Pendidikan Internasional dan Lintas Selat yang menangani langsung program beasiswa bagi pelajar asing. Taiwan Education Center Indonesia sendiri dikelola oleh TETO Jakarta bekerja sama dengan MOE.
Tirta mengimbau calon pendaftar untuk melakukan persiapan sejak dini agar proses pendaftaran tahun depan berjalan optimal. "Persiapan sejak dini penting supaya peluang lolos semakin besar," pungkasnya.