BANDA ACEH — Hamdani Basyah, Kepala Dinas LHK3 Kota Banda Aceh, menyebutkan angka sampah harian di ibu kota Provinsi Aceh ini berkisar 250 hingga 280 ton. Angka itu bisa melonjak drastis saat libur panjang, seperti akhir pekan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
“Tertib sampah dan pelihara lingkungan, demi terciptanya lingkungan kota yang bersih sehat dan indah,” kata Hamdani saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, baru-baru ini.
Meningkatnya aktivitas masyarakat selama liburan menyebabkan volume sampah membengkak, terutama di kawasan wisata, pusat kota, dan pantai. Sampah plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga menumpuk akibat kesadaran warga yang masih rendah serta kapasitas pengelolaan yang terbatas.
Petugas kebersihan di sejumlah titik mengaku harus bekerja ekstra untuk mengangkut sampah yang jumlahnya meningkat dibanding hari biasa. Jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah berpotensi mencemari sungai dan laut.
Penumpukan sampah tak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga memicu banjir dan menjadi sarang penyakit. Pengalaman sebelumnya mendorong Pemko Banda Aceh mengingatkan warganya agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama pada pekan keempat Mei 2026 yang bertepatan dengan libur Idul Adha.
Hamdani menegaskan tumpukan sampah menjadi ancaman serius pasca-hari libur di berbagai titik. Ia meminta masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama berlibur.
Pemerintah daerah telah berulang kali mengimbau warga agar lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya. Namun, lonjakan volume sampah setiap musim libur menunjukkan kesadaran lingkungan masih perlu ditingkatkan.
Pemko Banda Aceh berharap instruksi ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar dijalankan demi terciptanya lingkungan kota yang bersih, sehat, dan indah.