SIGLI — Peristiwa kebakaran yang melanda fasilitas SPPG Pidie Keumala terjadi sekitar pukul 03.40 WIB di Jalan Beureunuen–Tangse, Desa Jijiem, Kecamatan Keumala. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga sekitar panik dan berusaha memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Personel SPPG bersama masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pemadaman darurat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Upaya cepat warga disebut berperan besar dalam mencegah api menjalar lebih luas ke bagian bangunan lainnya.
Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun dari pelapor Mustafa Kamal, M.Pd., kerusakan meliputi sebagian besar bangunan utama serta sejumlah perlengkapan operasional SPPG. Nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar.
“Untuk sementara tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini masih dilakukan pendataan terhadap kerusakan dan nilai kerugian,” demikian disebutkan dalam laporan kejadian yang disampaikan pelapor.
Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Setelah berjibaku melakukan penyemprotan, petugas akhirnya berhasil memadamkan api dan memastikan kebakaran tidak meluas ke area sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Pihak terkait telah melakukan pengamanan lokasi serta berkoordinasi guna penanganan lanjutan, termasuk pendataan penyebab pasti kebakaran.
Kebakaran ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap instalasi tabung gas di fasilitas publik, terutama di area dapur yang rawan menjadi titik awal kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dampak material yang mencapai hampir Rp2 miliar menjadi catatan serius bagi pengelola fasilitas serupa di daerah.