MEULABOH — Aktivitas puluhan truk pengangkut Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU 3-4 Nagan Raya kini harus berhenti beroperasi di kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo. Rekomendasi resmi dari DPRK Aceh Barat menyebut penghentian berlaku sampai seluruh izin operasional perusahaan dilengkapi.
Ketua DPRK Aceh Barat, Hj Siti Ramazan, menegaskan bahwa rekomendasi ini merupakan respons langsung terhadap aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menolak pengangkutan limbah melintasi kompleks pendidikan.
“Sebelum seluruh izin tersebut dilengkapi, aktivitas pengangkutan FABA di kawasan tersebut tidak beroperasi terlebih dahulu,” tegasnya, Rabu (20/5/2026).
Rute pengangkutan abu batubara dari PLTU Nagan Raya ke lokasi pembuangan memang melintasi kawasan yang padat aktivitas belajar-mengajar. Setidaknya tiga sekolah dan satu dayah modern berada di sepanjang jalan Alue Peunyareng.
Mahasiswa dari beberapa kampus di Meulaboh sejak awal bulan melakukan aksi damai di depan kantor DPRK. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Selamatkan Generasi Aceh dari Racun Batubara”.
DPRK Aceh Barat akan segera menyurati Bupati Aceh Barat dan pemerintah daerah agar masalah ini ditindaklanjuti secara resmi. Fokus utama pengawasan adalah legalitas operasional yang disebut belum dilengkapi pihak perusahaan pengangkut.
“Rekomendasi ini diambil sebagai respons atas aspirasi dan penolakan yang disampaikan oleh masyarakat serta mahasiswa,” ujar Siti Ramazan dalam pernyataan yang dikutip Rabu.
Belum ada keterangan resmi dari pihak PLTU 3-4 Nagan Raya maupun perusahaan pengangkut FABA terkait rekomendasi ini. Namun, penghentian operasi sementara dipastikan akan berdampak pada rantai logistik limbah PLTU.
Fly Ash and Bottom Ash merupakan sisa pembakaran batubara yang kerap dimanfaatkan sebagai campuran semen dan bahan bangunan. Namun, di sejumlah daerah, pengangkutan FABA menuai protes karena debu halus yang beterbangan selama perjalanan.
Di Aceh Barat, kekhawatiran warga bertumpu pada dampak kesehatan jangka panjang, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari beraktivitas di sepanjang jalur truk. DPRK berjanji akan memanggil perusahaan dan dinas terkait dalam rapat dengar pendapat pekan depan.