BSI Catatkan Pertumbuhan Tabungan Tertinggi di Industri, Tabungan Haji Tembus 7,25 Juta Nasabah Hingga Maret 2026

Penulis: Ragil  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 13:05:57 WIB
BSI catatkan pertumbuhan tabungan tertinggi dengan dana murah mencapai Rp236,2 triliun hingga Maret 2026.

Pertumbuhan ini turut mendorong total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI naik 18% secara tahunan menjadi Rp376,8 triliun per Maret 2026. Yang menarik, pertumbuhan terjadi pada segmen dana murah (CASA), di mana giro naik 24,17% dan tabungan tumbuh 20,18% secara tahunan. Total dana murah BSI kini mencapai Rp236,2 triliun.

Dominasi di Porsi Pendaftar Haji Nasional

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tabungan menjadi mesin pertumbuhan utama perseroan, termasuk dari segmen haji. “Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” ujarnya dalam paparan kinerja triwulan I 2026.

Dominasi BSI di sektor ini terlihat dari pangsa pasar pendaftar haji nasional yang naik dari 49,5% pada 2023 menjadi 53,6% pada 2025. Dari total 422.300 pendaftar haji tahun lalu, sebanyak 226.400 orang mendaftar melalui BSI. Untuk fase keberangkatan 2026, sebanyak 83,5% dari total kuota nasional adalah jemaah yang mendaftar lewat bank syariah pelat merah ini.

Dual Licence Dorong Pendapatan Berbasis Biaya

Keunikan BSI sebagai satu-satunya bank dengan lisensi ganda—syariah dan emas—terbukti mendongkrak pendapatan berbasis fee (FBI). Pada triwulan I 2026, FBI BSI mencapai Rp2,09 triliun, tumbuh 22,98% secara tahunan. Bisnis emas menjadi kontributor tertinggi dengan porsi 33,69% atau Rp705 miliar—melonjak 125% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho mengungkap, lisensi emas mendorong pertumbuhan pembiayaan gadai emas sebesar 58,3% dan transaksi E-mas tumbuh lebih dari 2.700%. “Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain,” katanya.

Laba Bersih Tumbuh 17,1%, Aset Tembus Rp460 Triliun

Kinerja positif ini membawa BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun pada triwulan I 2026, tumbuh 17,1% secara tahunan. Total aset perseroan mencapai Rp460,1 triliun, mengantarkan BSI masuk jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi berstatus bank persero pada 23 Januari 2026.

Dari sisi pembiayaan, BSI menyalurkan Rp329 triliun atau tumbuh 14,39% secara tahunan, dengan fokus pada segmen konsumer dan ritel yang mencapai 72,37% dari total portofolio. Kualitas pembiayaan terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8%, membaik dari 1,88% pada periode sebelumnya.

Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna menambahkan, BSI turut mendukung program pemerintah melalui penyaluran pembiayaan MBG senilai Rp198 miliar ke 211 dapur MBG, KUR kepada 17.732 nasabah, serta FLPP untuk 894 nasabah rumah bersubsidi pada kuartal I 2026. Total pembiayaan rumah bersubsidi yang telah disalurkan mencapai Rp5,7 triliun.

Reporter: Ragil
Sumber: beritarakyataceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top