MEDAN — Kecelakaan beruntun terjadi di KM 63.200 Tol JMKT, Dusun I, Desa Sei Sijenggi, Perbaungan, sekitar pukul 05.37 WIB. Bus Halmahera yang melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan tidak sempat menghindari pikap yang sudah lebih dulu terguling setelah menabrak pembatas jalan.
Pengemudi bus disebut sempat membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan frontal, namun tetap menghantam bagian belakang kendaraan niaga tersebut. Benturan keras membuat bus ikut terguling ke sisi jalan.
Personel PJR Satlantas Polres Serdang Bedagai, Bripka Rendi Sinaga, menjelaskan bahwa pikap diduga kehilangan kendali hingga oleng dan terguling di lajur lintas. Bus yang melaju di belakangnya tiba-tiba mendapati kendaraan tersebut sudah dalam posisi miring di depannya.
“Untuk menghindari tabrakan langsung, sopir bus berusaha banting setir ke kiri, tapi tetap menabrak bagian belakang pikap sebelum akhirnya terguling,” ujar Bripka Rendi.
Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W Silitonga, mengonfirmasi total korban mencapai 23 orang. Empat di antaranya ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian. Seluruh korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Sari Mutiara dan RS Grand Med Lubuk Pakam.
“Belum bisa kami pastikan pemicu utamanya, apakah faktor kecepatan, kondisi kendaraan, atau faktor lainnya. Tim kami masih melakukan pengecekan bukti dan keterangan saksi,” kata AKP Gokma.
Hingga pukul 13.00 WIB, badan Bus Halmahera masih berada di lokasi untuk keperluan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, mobil pikap sudah lebih dulu diangkut ke Pos Lantas Sei Sijenggi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan ini sempat mengganggu arus lalu lintas di ruas tol tersebut. Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk lebih waspada, terutama di jam-jam rawan seperti dini hari dan pagi buta ketika kondisi fisik pengemudi rentan menurun.