Sebanyak tiga angkatan telah diluluskan oleh sekolah informal kewirausahaan Hubbika House Creative di Banda Aceh sejak 2022. Pada Minggu (10/5/2026), acara kelulusan dan peluncuran produk siswa program Kidspreneurclub 3 digelar di Grand Mahoni Hotel, menandai semakin matangnya ekosistem wirausaha muda di ibu kota provinsi Aceh.
BANDA ACEH — Program pembentukan pola pikir wirausaha sejak dini terus berjalan di Aceh. Hubbika House Creative, sekolah informal berbasis kewirausahaan yang berdiri sejak 2017, baru saja menggelar wisuda angkatan ketiga Kidspreneurclub sekaligus meluncurkan produk hasil karya siswa di Grand Mahoni Hotel, Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).
Acara ini tidak sekadar seremoni. Di dalamnya terdapat talkshow bertajuk "Cara Bijak Punya Karya & Penghasilan: Peran Orangtua dalam Mengarahkan Anak di Era Ekonomi Kreatif" yang menghadirkan orang tua sebagai aktor kunci dalam mendampingi anak-anak yang sudah mulai menghasilkan uang dari ide bisnis mereka sendiri.
Founder dan Owner Hubbika House Creative, Bunda Zamira Bibi, mengungkapkan bahwa lulusan pertama Kidspreneurclub 1 telah dihasilkan pada 2022. Mereka dibina melalui empat pilar utama: critical thinking, pola pikir kewirausahaan, kemandirian, dan praktik bisnis yang disesuaikan dengan usia anak.
"Hubbika House Creative ini juga menjadi salah satu pelopor sekolah informal berbasis kewirausahaan di Banda Aceh," ujar Zamira dalam sambutannya.
Dari angkatan ke angkatan, pola pembinaan terus diperbarui. Pada Kidspreneurclub 3, siswa tidak hanya belajar teori bisnis tetapi juga menjalani praktik langsung melalui business visit dan magang di berbagai mitra usaha lokal.
Salah satu pembeda program ini adalah keterlibatan aktif pelaku UMKM dan usaha lokal sebagai mitra. Para siswa tidak belajar di ruang tertutup, melainkan turun langsung melihat bagaimana bisnis dijalankan—mulai dari produksi, pemasaran, hingga pelayanan pelanggan.
Acara kelulusan dan peluncuran produk ini juga menjadi ajang kolaborasi dengan berbagai partner usaha lokal. Mereka selama ini mendukung kegiatan business visit dan magang siswa sebagai bagian dari pembelajaran nyata di dunia usaha dan entrepreneurial.
Talkshow yang digelar bersamaan dengan wisata menyoroti satu pertanyaan krusial: bagaimana orang tua mengarahkan anak yang sudah punya penghasilan sendiri di usia sekolah? Zamira menekankan bahwa peran orang tua bukan lagi sekadar pengawas, melainkan fasilitator yang memahami potensi ekonomi kreatif.
"Melalui kegiatan ini, Hubbika House Creative berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya menyiapkan anak menghadapi masa depan dengan kreativitas, kemampuan adaptasi, dan pola pikir kewirausahaan di tengah perkembangan era ekonomi kreatif," tutur Zamira.
Dengan tiga angkatan yang telah diluluskan, Hubbika House Creative membuktikan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak harus menunggu kuliah. Di Banda Aceh, anak-anak usia sekolah kini sudah bisa merancang produk, menjualnya, dan belajar dari kegagalan sejak dini.