LHOKSUKON — Banjir mulai terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan deras mengguyur Aceh Utara dan kawasan pegunungan Bener Meriah, memicu Krueng Peuto meluap.
Kasi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang, menyebut tanggul sungai yang jebol dan belum diperbaiki memperparah genangan. “Debit Krueng Peuto meningkat signifikan akibat hujan deras di pegunungan Bener Meriah,” ujarnya, Senin (11/5).
Bambang merinci empat gampong yang terdampak: Kumbang, Dayah, Meunasah Krueng, dan Gelumpang. Dua fasilitas pendidikan yang ikut terendam adalah SMP Negeri 4 Lhoksukon dan SD Negeri 9 Lhoksukon.
Meski demikian, aktivitas warga berjalan normal. Hingga Senin siang, belum ada warga yang mengungsi.
Personel kepolisian dan Bhabinkamtibmas terus memantau debit air di lapangan. Mereka mengimbau warga waspada terhadap potensi kenaikan volume sungai.
Genangan kini berangsur surut. Hanya tersisa lumpur di sejumlah titik terdampak.
AKP Bambang menambahkan, selain curah hujan tinggi, pendangkalan bantaran sungai memperparah luapan ke permukiman. Ia mendorong normalisasi aliran Krueng Peuto dan perbaikan tanggul yang jebol guna mencegah banjir serupa di masa depan.