ACEH BESAR — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah disambut hangat saat tiba di komplek Dayah Ruhul Falah Samahani, Gampong Leupung Riwet, Kecamatan Kuta Malaka. Pimpinan dayah, Tgk. Muhammad Hafiz H.Ib, bersama ratusan santri dan tokoh masyarakat menyambut kehadiran orang nomor dua di Aceh tersebut dalam peringatan haul ke-12 Tgk. H. Ibrahim Bin Hasyim.
Kegiatan ini digelar untuk mengenang sosok ulama kharismatik yang akrab disapa Ayah Samahani. Semasa hidupnya, pendiri Dayah Ruhul Falah ini dikenal memiliki jasa besar dalam pengembangan pendidikan Islam dan dakwah di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya.
Fadhlullah menegaskan bahwa peringatan haul bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menilai acara ini merupakan ruang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keikhlasan dan pengabdian yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu kepada masyarakat.
“Almarhum Ayah Samahani adalah sosok ulama yang telah mewakafkan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah. Warisan beliau bukan hanya lembaga dayah, tetapi juga nilai keikhlasan dan pengabdian kepada umat,” ujar Wagub Fadhlullah di hadapan para jamaah.
Menurutnya, keteladanan almarhum dalam membina umat harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini. Semangat juang ulama dalam menjaga nilai-nilai agama dinilai tetap relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keberadaan dayah. Lembaga pendidikan tradisional ini dianggap memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan akhlak dan benteng moral bagi pemuda di Aceh.
Wagub menekankan bahwa dayah merupakan pilar utama dalam memperkuat implementasi syariat Islam. Selain itu, dayah juga berfungsi menjaga jati diri Aceh sebagai daerah yang religius dan menjunjung tinggi norma-norma keislaman.
“Pemerintah Aceh akan terus mendukung keberadaan dayah sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berdaya saing,” tambahnya.
Acara haul ke-12 ini berlangsung khidmat dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan. Para jamaah yang datang dari berbagai daerah di Aceh tampak memadati lokasi untuk mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir, serta doa bersama.
Pihak penyelenggara juga menghadirkan sesi tausiah yang secara khusus mengulas perjalanan hidup dan keteladanan Tgk. H. Ibrahim Bin Hasyim. Hal ini bertujuan agar para santri dan masyarakat umum dapat memahami prinsip hidup almarhum dalam mensyiarkan Islam.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam peringatan ini, mulai dari kalangan ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah setempat. Kehadiran lintas tokoh ini menunjukkan kuatnya ikatan silaturahmi antara umara dan ulama di Aceh Besar.