BANDA ACEH — Pemerintah Provinsi Aceh mencatatkan rekor sebagai daerah dengan penyelesaian dokumen dan persiapan haji tercepat secara nasional tahun ini. Keberhasilan ini sekaligus mematahkan keraguan publik setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah Serambi Mekkah pada November 2025 lalu.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif dilakukan sejak enam bulan sebelum jadwal keberangkatan. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi kendala teknis yang sempat diprediksi akan menghambat proses administrasi jemaah di tingkat kabupaten dan kota.
Kondisi cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu sempat memunculkan kekhawatiran serius terhadap kesiapan embarkasi. Sejumlah pihak bahkan memprediksi Aceh bakal mengalami kegagalan keberangkatan hingga 40 persen akibat gangguan infrastruktur dan akses data di daerah terdampak bencana.
"Waktu kita dilanda bencana, ada yang memprediksi Aceh bisa gagal berangkat sampai 40 persen. Tapi Alhamdulillah, kita justru menjadi provinsi tercepat dalam melengkapi data jemaah, meskipun dalam kondisi bencana," ujar Fadhlullah usai konferensi pers di Media Center Embarkasi Banda Aceh, Senin (4/5/2026).
Fadhlullah yang menjabat Wakil Koordinator PPIH Embarkasi Banda Aceh menjelaskan, validasi data dilakukan secara maraton melalui koordinasi lintas sektor. Percepatan ini memastikan seluruh kebutuhan dokumen jemaah terpenuhi tanpa melampaui tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Strategi lain yang diterapkan adalah percepatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah Aceh menggelar pelatihan petugas haji lebih awal dibandingkan provinsi lain dengan menggandeng Rindam Iskandar Muda untuk memastikan kualitas pelayanan di lapangan.
"Di tempat lain belum dilakukan pelatihan, kita sudah lebih dulu melaksanakan. Ini menunjukkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah," kata Fadhlullah menegaskan.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memberikan apresiasi khusus atas capaian ini. Aceh dinilai memiliki manajemen krisis yang baik karena mampu mengelola persiapan jemaah dalam jumlah besar di tengah situasi pemulihan pasca-bencana.
Selain urusan administrasi, kesiapan fisik di titik-titik krusial juga terus dipantau. Fasilitas di asrama haji hingga alur keberangkatan di bandara diklaim telah rampung 100 persen untuk menyambut jemaah dari berbagai kabupaten.
Pemerintah daerah berharap seluruh prosesi ibadah tahun ini berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. Fokus utama saat ini bergeser pada pengawalan kesehatan jemaah sebelum memasuki fase pemberangkatan ke tanah suci.
"Kita doakan jemaah bisa berangkat, melaksanakan ibadah haji dengan nyaman dan aman, serta kembali ke tanah air dengan haji yang mabrur," pungkasnya.