Thalita Ramadhani Buktikan Mental Baja di Uber Cup 2026 Usai Tekuk Korea

Penulis: Yasir  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39:02 WIB
Thalita Ramadhani tampil gemilang membawa Indonesia raih medali perunggu Uber Cup 2026.

Tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, menunjukkan kematangan mental yang signifikan usai membantu tim Merah Putih meraih medali perunggu Uber Cup 2026. Atlet berusia 18 tahun ini menyapu bersih tiga penampilannya dengan kemenangan, termasuk saat menaklukkan wakil Korea Selatan, Sim Yu-jin, di babak semifinal.

Thalita Ramadhani Wiryawan menjadi salah satu sorotan utama dalam perjalanan tim bulu tangkis putri Indonesia di Uber Cup 2026. Turun sebagai tunggal putri kedua setelah Putri Kusuma Wardani, Thalita memikul beban berat untuk menjaga asa Indonesia di turnamen beregu paling bergengsi di dunia tersebut.

Kemenangan Krusial Thalita Saat Indonesia Tertinggal 0-2

Momen pembuktian kualitas mental Thalita terjadi pada laga semifinal melawan Korea Selatan. Indonesia berada dalam posisi terjepit setelah tertinggal 0-2 akibat kekalahan Putri KW di sektor tunggal pertama serta pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi di sektor ganda.

Menghadapi Sim Yu-jin yang lebih berpengalaman, Thalita tampil tenang dan tidak terintimidasi oleh situasi skor tim. Ia berhasil menyudahi perlawanan wakil Korea tersebut melalui pertarungan ketat dua gim langsung dengan skor kembar 21-19, 21-19.

Sepanjang turnamen, Thalita mencatatkan statistik impresif. Dari tiga kali kesempatan turun ke lapangan, ia selalu berhasil menyumbangkan poin kemenangan bagi skuad Merah Putih. Konsistensi ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor tunggal putri Indonesia di level internasional.

Rahasia Main Lepas di Bawah Tekanan

Meski baru menginjak usia 18 tahun, Thalita mengaku tidak merasa terbebani dengan kondisi tim yang sedang tertinggal saat ia harus masuk ke lapangan. Strategi utamanya hanyalah fokus pada permainan sendiri dan mengeluarkan seluruh kemampuan yang telah diasah selama latihan.

"Meskipun tim sudah ketinggalan 2-0 tetapi saya mau coba main dulu saja," kata Thalita saat memberikan keterangan usai laga semifinal.

Thalita menambahkan bahwa instruksi dari tim pelatih berperan besar dalam menjaga ketenangannya di poin-poin kritis. Kepercayaan diri yang tinggi membuatnya mampu mengeksekusi strategi dengan baik di atas lapangan.

"Coba mau mengeluarkan yang saya punya. Pelatih juga bilang untuk lepas saja, nothing to lose. Alhamdulillah bisa menang," ucapnya menambahkan.

Keberhasilan Thalita meraih kemenangan di semifinal memastikan Indonesia tidak kalah telak, sekaligus mengukuhkan raihan medali perunggu bagi tim Uber Indonesia tahun ini. Pencapaian ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Thalita untuk menembus jajaran elit peringkat dunia BWF dalam waktu dekat.

Reporter: Yasir
Back to top