ACEH TAMIANG — Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gerakan Mengaji Sebelum Belajar Tahun 2026 di SMP 2 Karang Baru, Selasa (23/4/2026). Inisiatif ini bertujuan memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak berat akibat terjangan banjir di wilayah "Bumi Muda Sedia" beberapa waktu lalu.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp192 miliar untuk menyasar ratusan sekolah dari jenjang PAUD hingga menengah pertama. Program tersebut merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHCT).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, merinci anggaran tersebut terbagi untuk tiga jenjang pendidikan utama. Sebanyak 119 TK/PAUD mendapatkan alokasi Rp47,3 miliar, sementara 116 SD menerima kucuran dana sebesar Rp109,7 miliar.
"Alhamdulillah ada 254 sekolah yang sudah menerima program revitalisasi ini dengan total keseluruhan alokasi anggaran Rp192 miliar," sebut Sepriyanto saat menyampaikan laporan progres tahun 2026.
Jenjang SMP mencakup 19 sekolah dengan total anggaran Rp34,9 miliar. Meski demikian, masih terdapat 36 sekolah dan dua proyek relokasi bangunan yang saat ini masih dalam tahap menunggu giliran revitalisasi pada fase berikutnya.
Bupati Armia Pahmi menegaskan bahwa revitalisasi fisik bukan sekadar membangun gedung, melainkan upaya mengembalikan rasa aman bagi siswa. Dampak banjir sebelumnya telah mengganggu stabilitas sektor pendidikan di berbagai titik di Aceh Tamiang secara signifikan.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan terdampak bencana menjadi momentum penting bagi kita dalam rangka pemulihan dan membangkitkan kembali Pendidikan di Bumi Muda Sedia. Program ini bukan hanya sekedar membangun kembali gedung sekolah, tetapi membangun kembali semangat belajar anak-anak dan memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses pembelajaran,” terangnya.
Bupati meminta seluruh pihak terkait untuk menjaga integritas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek ini. Fokus utama diarahkan pada pembangunan ruang belajar dan penyediaan fasilitas pendukung yang berkualitas sesuai standar nasional.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Aceh Tamiang meluncurkan Gerakan Mengaji Sebelum Belajar sebagai instrumen penguatan karakter peserta didik. Program ini berjalan beriringan dengan perbaikan sarana sekolah guna menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan komprehensif.
Peletakan batu pertama di SMP 2 Karang Baru menandai dimulainya pengerjaan fisik secara serentak di seluruh wilayah terdampak. Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang, Ny. Yuyun Armia, turut mendampingi prosesi peluncuran tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak usia dini.
Pemerintah daerah menargetkan sisa sekolah yang belum terakomodasi akan segera mendapatkan giliran program serupa. Langkah ini diharapkan mampu menuntaskan seluruh persoalan infrastruktur pendidikan di Aceh Tamiang pada tahun anggaran 2026.