ACEH TAMIANG — Raut lega mulai terlihat di wajah Sutrisno (48). Rumahnya yang sempat terendam banjir bandang kini perlahan kembali berdiri. Ia baru saja menerima dana stimulan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang langsung dibelanjakan untuk membeli mesin cuci, tempat tidur, dan lemari baru.
"Dana ini sangat berarti. Kami langsung gunakan untuk merehabilitasi rumah secara bertahap," kata Sutrisno dengan mata berkaca-kaca, Senin (29/6).
Warung Kembali Berjualan Setelah Dana Cair
Aminah (50) tak kuasa menahan haru. Warung kecil tempatnya menggantungkan hidup luluh lantak diterjang banjir. Kini, setelah menerima bantuan jaminan hidup (jadup), stimulan ekonomi, dan dana perabotan, ia bisa memesan rak jualan baru.
"Sekarang kami bisa mulai berjualan lagi. Warung yang sempat kosong melompong sudah terisi," ujar Aminah sambil menyeka air mata.
Pemkab Gerak Cepat, Bantuan Tepat Sasaran
Percepatan pencairan ini digerakkan oleh Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., yang disebut langsung menjemput bola ke pusat dan mengawasi distribusi di lapangan. Di bawah koordinasinya, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, dan Plt Kepala Dinas Sosial, Ahmad Yani, menjadi ujung tombak penyaluran bantuan.
"Kami bekerja siang dan malam memastikan hak warga di 12 kecamatan tersalurkan tuntas, transparan, tanpa birokrasi berbelit," jelas Iman Suhery dalam keterangan terpisah.
Dana Langsung Dibanjarkan untuk Kebutuhan Pokok
Sejumlah warga penerima manfaat kategori SK 3 Rusak Sedang mengaku langsung membelanjakan seluruh dana yang diterima. Isi rumah yang sempat kosong tersapu banjir kini kembali terisi. Seorang suami istri yang baru mencairkan bantuan mengaku membeli mesin cuci baru, lemari, dan modal warung.
"Terima kasih untuk bapak-bapak di BPBD dan Dinas Sosial yang sabar mengurus data kami. Semoga selalu diberi kesehatan," ucapnya penuh doa.
Harapan Warga: Proses Kemanusiaan Terus Berlanjut
Masyarakat berharap skema percepatan pencairan yang telah berjalan akuntabel ini dapat terus berlanjut. Sebab, meski bantuan yang diterima belum sepenuhnya menutupi total kerugian materiel, secara psikologis dan finansial, dana stimulan ini telah meluruhkan sebagian besar beban warga.
"Kami tidak berjalan sendirian dalam melewati masa paling kelam ini," ujar Sutrisno menirukan semangat yang dirasakan banyak penyintas.