BANDA ACEH — Ribuan warga memadati halaman Mapolda Aceh pada malam puncak Bhayangkara Fest 2026. Acara yang digelar sejak beberapa hari sebelumnya itu resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur H. Muzakir Manaf, Senin (22/6/2026) malam.
Dari Aksi Sosial hingga Hiburan Rakyat
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Bhayangkara Fest 2026 menghadirkan ragam kegiatan yang menyasar langsung kebutuhan warga. Mulai dari aksi sosial, kegiatan keagamaan, seni budaya, hingga hiburan rakyat yang melibatkan generasi muda.
"Sejak dibuka beberapa hari lalu, Bhayangkara Fest telah menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan," ujar Sekda Aceh, M. Nasir, dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya.
Sinergi Bukan Sekadar Tugas Keamanan
Pemerintah Aceh menilai tingginya antusiasme warga selama festival membuktikan bahwa ruang publik yang sehat dan produktif sangat dibutuhkan. Sekda menegaskan, hubungan antara Polri dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas keamanan semata.
"Kegiatan ini memperlihatkan bahwa hubungan antara Polri dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas keamanan, tetapi juga lewat komunikasi, kedekatan, dan kepedulian. Inilah modal sosial penting dalam menjaga stabilitas serta kemajuan daerah," tambahnya.
Ajak Semua Elemen Rawat Gotong Royong
Dalam kesempatan itu, Sekda mengajak seluruh komponen daerah — mulai dari Pemerintah, Polri, TNI, ulama, akademisi, hingga pelaku usaha — untuk terus merawat semangat gotong royong. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci mewujudkan Aceh yang aman, damai, dan sejahtera.
Momentum penutupan Bhayangkara Fest juga dimanfaatkan untuk menyampaikan selamat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 kepada jajaran kepolisian.
"Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa henti dari Polri, khususnya Polda Aceh, dalam menjaga ketertiban sekaligus mendukung penuh pembangunan di Bumi Serambi Mekkah," pungkas M. Nasir.