ACEH — General Manager PLN UID Suluttenggo Wahyu Prasetyo meninjau langsung kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ULP Inobonto, wilayah kerja PLN UP3 Kotamobagu, pada Minggu (1/11). Peninjauan dilakukan untuk memastikan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di jalur Trans Sulawesi beroperasi penuh, terutama bagi pengguna yang melintas di kawasan tersebut.
Kotamobagu — Wahyu datang ke lokasi bersama sejumlah pejabat PLN UID Suluttenggo dan PLN UP3 Kotamobagu. Turut mendampingi Manager PLN UP3 Kotamobagu, Senior Manager Perencanaan UID Suluttenggo, Manager Komunikasi dan TJSL, Assistant Manager Jaringan dan Konstruksi Distribusi UP3 Kotamobagu, serta Manager ULP Inobonto.
Kehadiran rombongan manajemen itu menunjukkan PLN menempatkan penguatan ekosistem kendaraan listrik di daerah sebagai prioritas, bukan sekadar program di atas kertas.
Dalam peninjauan, Wahyu menegaskan bahwa infrastruktur pengisian daya yang andal menjadi fondasi pendukung transisi energi bersih. Ia menyebut pengecekan dilakukan agar seluruh fasilitas SPKLU di lapangan berada dalam kondisi prima.
"Melalui pengecekan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas SPKLU di lapangan berada dalam kondisi prima, siap beroperasi 24 jam, serta memberikan kenyamanan penuh bagi para pengguna kendaraan listrik yang melintas maupun beraktivitas di wilayah Inobonto dan sekitarnya," ungkap Wahyu.
Pernyataan itu menyiratkan satu hal: SPKLU Inobonto dituntut melayani tanpa jeda, termasuk pada jam-jam sepi maupun malam hari. Bagi pengendara listrik yang melintasi jalur Trans Sulawesi, ketersediaan pengisian daya di titik ini menentukan apakah perjalanan jauh bisa diselesaikan tanpa khawatir kehabisan baterai.
Inobonto berada di jalur Trans Sulawesi, ruas yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Bolaang Mongondow dengan kota-kota lain di Sulawesi Utara. Jalur ini menjadi urat nadi mobilitas barang dan orang, sehingga keberadaan SPKLU di sekitarnya ikut menentukan daya tarik kendaraan listrik bagi warga lokal maupun pelintas.
PLN UP3 Kotamobagu sendiri menaungi layanan kelistrikan di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Peninjauan di ULP Inobonto menjadi bagian dari pemetaan kesiapan titik pengisian daya di area kerja unit tersebut.
Wahyu menyatakan PLN terus berinovasi dan memperluas cakupan infrastruktur kelistrikan hijau untuk mengakselerasi target Net Zero Emission (NZE) pemerintah. Menurut dia, pemetaan titik-titik strategis lain akan dilanjutkan agar konektivitas mobilitas berbasis listrik semakin merata.
"Kedepan, PLN akan terus memetakan titik-titik strategis lainnya agar konektivitas mobilitas berbasis listrik semakin mulus dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo," tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong adopsi kendaraan listrik lewat penyediaan infrastruktur pengisian daya yang menjangkau wilayah luar Jawa. Selama ini, kekhawatiran soal jarak tempuh dan minimnya SPKLU menjadi penghambat utama bagi calon pengguna kendaraan listrik di daerah.
Dengan memastikan SPKLU Inobonto siap beroperasi penuh, PLN UID Suluttenggo berupaya menutup salah satu celah itu. Keandalan titik pengisian daya di jalur lintas provinsi menjadi ujian nyata bagi janji perluasan ekosistem kendaraan listrik di Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo.