CALANG — Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Aceh Jaya, Aisyah, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia untuk mencari solusi atas kelangkaan stok di sejumlah kios. Temuan kekurangan stok muncul saat petani mulai memasuki masa penanaman.
Menurut Aisyah, dari total realokasi 6.468 ton tersebut, pupuk yang paling banyak ditebus petani adalah jenis NPK dan urea. Sementara stok pupuk organik masih tersedia di kios.
Kekosongan pupuk di tingkat kios membuat petani di Aceh Jaya resah. Pasalnya, kebutuhan pupuk bersubsidi biasanya mencapai puncak pada awal musim tanam.
Aisyah menyebut, jika pupuk tidak tersedia tepat waktu, hasil produktivitas petani berpotensi terpengaruh. Pemerintah kabupaten pun mendesak alokasi tambahan dari manajemen Pupuk Indonesia.
"Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak Pupuk Indonesia guna mencari solusi terhadap masalah ini, karena kami menemukan beberapa kios pupuk sudah kekurangan stok," kata Aisyah, dikutip Kamis (05/11/2027).
Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, berharap manajemen Pupuk Indonesia segera mengalokasikan kebutuhan pupuk. Permintaan itu disampaikan mengingat petani sedang berada dalam masa penanaman.
"Harapan kita segera terpenuhi, agar kebutuhan petani tidak terkendala, sehingga produksi juga akan meningkat lagi nantinya," ujar Dailami.
Dinas Pertanian Aceh Jaya belum merinci kapan tambahan pasokan akan tiba. Koordinasi dengan Pupuk Indonesia masih berlangsung untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi kembali normal di tingkat kios.