Sabang Berpeluang Jadi Gerbang Maritim Internasional, Seminar Lemhannas Bahas Peta Jalan 2027–2035

Penulis: Fajar  •  Selasa, 03 November 2026 | 21:31:31 WIB
Kepala BPKS Dr. Iskandar Zulkarnaen dan CEO PT Trans Continent Dr. Ismail Rasyid hadir dalam Seminar Nasional di Banda Aceh, Selasa (3/11/2026).

BANDA ACEH — Seminar Nasional yang diprakarsai PT Trans Continent, perusahaan multimoda transportasi, logistik, dan rantai pasokan lintas benua, berlangsung Selasa, 3 November 2026, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Kegiatan itu mempertemukan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Dr. Iskandar Zulkarnaen dengan CEO PT Trans Continent Dr. Ismail Rasyid.

Iskandar menekankan pentingnya optimalisasi posisi Sabang sebagai kawasan terdepan Indonesia sekaligus gerbang bisnis maritim atau maritime business gateway. Sementara Ismail membahas peluang pengembangan bisnis, logistik, dan konektivitas maritim Sabang dalam forum tersebut.

Landasan Hukum Kawasan Perdagangan Bebas Sabang

Pengembangan Sabang memiliki dasar hukum Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Kawasan ini berpeluang memperkuat konektivitas dengan Andaman dan Nicobar di India serta pusat ekonomi di Thailand dan Malaysia.

Namun, data presentasi 2025 menunjukkan jarak capaian ekonomi yang lebar. PDB Sabang tercatat sekitar US$123 juta, jauh di bawah Kedah, Malaysia, sebesar US$13,198 miliar dan Phuket, Thailand, US$8,5 miliar.

Kesenjangan serupa terlihat dari sisi kunjungan wisatawan. Sabang menerima sekitar 270 ribu kunjungan, dibandingkan Phuket 12,7 juta dan Kedah 3,2 juta kunjungan.

Peluang Galangan Kapal hingga Shorebase di Selat Malaka

Di sektor industri maritim, Sabang berpeluang mengembangkan galangan dan perbaikan kapal, fasilitas pendukung minyak dan gas, serta shorebase. Potensi ini ditopang jalur pelayaran Selat Malaka yang dilalui sekitar 75.000 kapal per tahun.

Paparan seminar juga mencatat potensi cadangan gas di Laut Andaman mencapai 10 TCF. Angka itu menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong Sabang masuk rantai pasok energi regional.

Peta Jalan 2027–2035: Regulasi Dulu, Infrastruktur Menyusul

Untuk merealisasikan peluang tersebut, materi seminar mengusulkan peta jalan pengembangan Sabang 2027–2035. Tahap awal difokuskan pada penguatan regulasi dan optimalisasi pelabuhan.

Fase berikutnya pada 2028–2030 diarahkan pada pembangunan fasilitas BBM, shorebase, dan infrastruktur industri. Periode 2031–2035 menyusul dengan pengembangan fasilitas LNG, galangan kapal, dan penguatan Sabang sebagai pusat logistik regional.

Pengembangan sumber daya manusia, promosi internasional, serta koordinasi lintas kementerian juga masuk dalam rencana tersebut. Realisasi seluruh agenda itu disebut membutuhkan kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, konsistensi kebijakan, dan investasi produktif.

Reporter: Fajar
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top