ACEH BESAR — Dari 176 kejadian gempa yang tercatat BMKG, sebanyak 172 di antaranya bermagnitudo di bawah 5. Hanya empat gempa yang masuk kategori magnitudo 5 atau lebih. Enam gempa dirasakan langsung oleh warga di sejumlah titik.
Peta seismisitas BMKG periode Oktober 2026 menunjukkan sebaran gempa yang tidak terpusat di satu kawasan. Aktivitas tercatat di barat, tengah, utara, hingga timur laut Aceh.
Rudin menjelaskan, gempa yang terjadi di Aceh saat ini menyebar di seluruh wilayah provinsi. "Gempa yang terjadi di Aceh saat ini menyebar di seluruh Provinsi Aceh, ada yang di barat, tengah, ada juga utara dan sebelah timur laut," kata Rudin, Minggu (1/11/2026).
Meski tersebar luas, jumlah gempa pada Oktober tidak sebanyak Agustus 2026. Rudin menyebut aktivitas kegempaan di Aceh memang berubah-ubah dari waktu ke waktu.
"Adapun peningkatannya kadang meningkat, kadang menurun. Dan di bulan ini tidak sebanyak di bulan Agustus," ujarnya.
Gempa bumi di Aceh terjadi akibat proses tektonik yang berkaitan dengan arus konveksi di lapisan mantel bumi. Pergerakan lapisan tersebut memicu pergeseran sesar yang kemudian menimbulkan aktivitas gempa.
"Pergerakan tersebut memicu pergeseran sesar yang kemudian menimbulkan aktivitas gempa," jelas Rudin.
Dari 176 kejadian, sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak berdampak signifikan ke permukaan. Enam gempa yang dirasakan warga tetap tercatat sebagai bagian dari aktivitas tektonik rutin di wilayah Aceh.
BMKG memetakan seluruh kejadian dalam peta seismisitas bulanan. Data itu menjadi acuan pemantauan aktivitas sesar di kawasan rawan gempa seperti Aceh.