ACEH BESAR — Kunjungan Danrem 011/Lilawangsa ke kediaman Abi Daud Hasbi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi bagian rangkaian Maulidur Rasul, silaturahmi ini dimaksudkan mempererat ukhuwah antara TNI dan kalangan ulama di Aceh.
Abi Daud Hasbi dikenal sebagai pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) sekaligus Ketua Umum PB Inshafuddin. Ulama ini menyambut kedatangan Danrem dan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta membangun masa depan Aceh.
Teuku Mustafa Kamal merupakan putra Aceh dan alumni Dayah Jeumala Amal. Latar belakang pendidikan keagamaan itu disebut menjadi salah satu alasan kedekatannya dengan kalangan ulama di provinsi tersebut.
Perwira yang berpengalaman di Kopassus ini memimpin Korem 011/Lilawangsa, satuan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang membawahi wilayah Aceh. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya persatuan sebagai modal membangun daerah.
Mustafa Kamal mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga perdamaian dan tidak mudah terpecah belah. Menurutnya, persatuan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, hingga anak muda.
"Mari kita sama-sama menjaga perdamaian. Kita tetap bersatu pada kebaikan sehingga tidak mudah terpecah belah dan tidak mudah dipecah belah," ajak Danrem.
Ia menegaskan bahwa persatuan menjadi modal penting untuk membangun Aceh sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan itu disampaikan di hadapan ulama kharismatik yang menjadi rujukan masyarakat Aceh Besar dan sekitarnya.
Abi Daud Hasbi berharap masyarakat Aceh semakin kompak dan terus memperkuat persaudaraan. Ia juga menyatakan dukungan ulama dan tokoh masyarakat terhadap upaya membangun Aceh yang lebih baik.
"Kita membantu Bapak Danrem dengan sepenuhnya, ulama-ulama dan tokoh masyarakat untuk Aceh di masa akan datang," ujar Abi Daud Hasbi.
Silaturahmi Danrem 011/Lilawangsa dengan Abi Daud Hasbi menjadi salah satu bentuk komunikasi rutin TNI dengan tokoh agama di Aceh. Pola pendekatan seperti ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kohesi masyarakat di tingkat kampung dan dayah.