ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat Jabatan Tinggi Pratama (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Sebanyak 10 pejabat dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat itu.
Dua dinas tidak masuk dalam pelantikan kali ini, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Penanaman Modal (DPM Transnaker). Pelantikan mengacu pada Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 821.22/152/2026 tanggal 29 Oktober 2026.
Ayahwa menegaskan bahwa jabatan bukanlah hadiah atau tempat mencari kenyamanan. Menurutnya, jabatan adalah amanah yang wajib dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan hasil nyata.
"Saya tegaskan, jabatan bukanlah hadiah, bukan pula tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan hasil nyata. Jangan sampai nanti saya panggil lagi pak Sekda Kota untuk buat ulang Feat and Propertest," ujar Bupati Ayahwa dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa Aceh Utara saat ini membutuhkan kerja cepat dan langkah konkret. Prioritas utama adalah percepatan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana banjir, peningkatan pelayanan publik, serta percepatan realisasi fisik dan keuangan anggaran yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati memberikan waktu 100 hari pertama bagi para pejabat yang baru dilantik. Mereka diminta segera melakukan konsolidasi organisasi, memetakan persoalan, menetapkan target prioritas, serta menunjukkan hasil kerja yang dapat dievaluasi secara objektif.
"Apabila dalam 100 hari pertama saudara tidak mampu memenuhi target dan ekspektasi kinerja, tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, atau gagal memberikan hasil sesuai kebutuhan organisasi, saya akan mengevaluasi kelayakan saudara untuk tetap menduduki jabatan tersebut. Apakah sudah siap," tegas Ayahwa.
Ia juga meminta para pejabat meninggalkan pola kerja lamban, ego sektoral, serta birokrasi yang hanya sibuk dengan rapat dan laporan administratif tanpa menghasilkan solusi. Setiap perangkat daerah dituntut bergerak cepat, tepat, dan bertanggung jawab, khususnya dalam mengoptimalkan penyerapan APBK Perubahan mengingat waktu pelaksanaan tahun anggaran yang relatif singkat.
"Jadikan evaluasi sebagai ukuran nyata atas kemampuan saudara dalam mengemban amanah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.
Dalam arahannya, Ayahwa menyebut satu per satu nama pejabat yang dilantik dan menanyakan kesiapan mereka bekerja. Ia menyoroti sejumlah dinas, termasuk DLKH, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Dayah, Dinas PRKP, Dinas Perhubungan, dan Direktur RSUD Cut Meutia.
"Jangan sampai seminggu sekali masuk koran itu. Kalau masuk (koran) dapat apresiasi entah, ini masuk (koran), TikTok. Saya ditegur. Saya harapkan kepada Pak Direktur RSUD Cut Meutia yang dilantik hari ini harus bekerja maksimal," ujar Ayahwa.
Berikut nama-nama pejabat yang dilantik beserta jabatan sebelumnya:
Rotasi dan pengisian jabatan ini menjadi ujian awal bagi para pejabat baru. Evaluasi 100 hari akan menentukan apakah mereka bertahan atau diganti.