SABANG — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menilai PGRI memegang posisi strategis dalam memperjuangkan aspirasi pendidik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di kota tersebut. Penilaian itu disampaikannya di hadapan peserta Konferensi XXIII PGRI Kota Sabang. Forum organisasi guru itu menjadi titik awal penetapan kepengurusan baru.
Menurut Zulkifli, PGRI bukan sekadar wadah profesi. Organisasi ini dinilai menjadi penyalur aspirasi guru dan kepala sekolah agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan program-program positif dan memperkuat struktur organisasi. Kompetensi pendidik menjadi salah satu fokus yang diminta untuk terus didorong.
"PGRI memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan kesejahteraan guru. Saya berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta mendorong peningkatan kompetensi para pendidik," kata Zulkifli.
Zulkifli menekankan pentingnya komunikasi antara PGRI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Kota Sabang. Aspirasi guru dan kepala sekolah, menurutnya, harus dibahas bersama agar tidak berhenti di tingkat usulan.
"Komunikasi harus terus terjaga. Saya harap PGRI aktif mendengar aspirasi guru dan kepala sekolah serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah," ujarnya.
Sinergi tiga pihak itu dinilai menentukan kecepatan penanganan persoalan pendidikan di Sabang. Tanpa koordinasi rutin, aspirasi pendidik berisiko tersendat di jalur birokrasi.
Ibunda Guru Kota Sabang Nuri Farisal menambahkan dimensi lain dalam konferensi tersebut. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik siswa.
Pembentukan karakter, penanaman nilai keagamaan, dan penumbuhan akhlak mulia disebutnya sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas pendidik.
"Guru tidak hanya berperan dalam meningkatkan kecerdasan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keagamaan, dan menumbuhkan akhlak mulia," kata Nuri.
Konferensi XXIII PGRI Kota Sabang diharapkan menghasilkan kepengurusan yang semakin solid. Struktur yang kuat dibutuhkan agar organisasi mampu memperjuangkan aspirasi guru sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Sabang.
Bagi pemerintah kota, kepengurusan baru menjadi mitra kerja dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Aspirasi yang tertampung rapi memudahkan dinas terkait menyusun program pelatihan dan peningkatan kompetensi guru.