Pelindo Bengkulu Soroti Sampah Liar 500 Meter dari Gerbang Pelabuhan Pulau Baai

Penulis: Saiful  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:49:01 WIB
Tumpukan sampah rumah tangga terlihat di tepi Jalan Line 1, sekitar 500 meter dari gerbang Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

ACEH — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu mengajak warga menjaga kebersihan kawasan Pelabuhan Pulau Baai setelah tumpukan sampah rumah tangga menumpuk di tepi Jalan Line 1, sekitar 500 meter dari gerbang pelabuhan. Imbauan itu muncul karena jalur operasional pelabuhan selama ini dipakai warga Teluk Sepang sebagai akses harian akibat rusaknya jalan utama mereka.

Jalan Line 1 merupakan jalur operasional yang seharusnya steril dari aktivitas warga umum. Namun, kerusakan Jembatan Teluk Sepang memaksa masyarakat memakai jalur tersebut untuk mobilitas sehari-hari.

Jalur Operasional yang Berubah Fungsi

Kondisi jalan utama warga Teluk Sepang yang rusak, terutama di bagian jembatan, membuat akses alternatif lewat kawasan pelabuhan jadi pilihan satu-satunya. Aktivitas warga dan operasional pelabuhan pun bertemu di jalur yang sama.

Di tengah situasi itu, sebagian warga menjadikan tepi jalan kawasan pelabuhan sebagai lokasi pembuangan sampah rumah tangga. Timbunan sampah liar itu kini menjadi persoalan kebersihan yang menuntut perhatian bersama.

Alasan Warga dan Respons Pelindo

Salah seorang warga berinisial MJ yang kedapatan membuang sampah di lokasi mengaku baru pertama kali melakukannya. Ia berdalih terpaksa mencari tempat pembuangan sendiri setelah berhenti berlangganan jasa pengangkut sampah akibat kesulitan ekonomi.

"Selama ini kami berlangganan, tetapi karena pendapatan sedang sulit, terpaksa mencari sendiri tempat membuang sampah," ungkap MJ.

MJ menyadari tindakannya melanggar aturan. Ia mengakui kawasan pelabuhan bukan tempat pembuangan sampah rumah tangga, berjanji tidak mengulangi perbuatannya, dan siap mengingatkan warga lain agar tidak membuang sampah di lokasi serupa.

Dimas menekankan bahwa pengelolaan kebersihan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pengelola pelabuhan.

"Mari mulai dari rumah dengan mengurangi sampah, memilahnya, dan memastikan sampah dibuang di tempat yang semestinya. Kepedulian sederhana yang dilakukan bersama akan membantu menjaga lingkungan tetap nyaman," tuturnya.

Harapan ke Depan

Pelindo Regional 2 Bengkulu berharap kesadaran warga berjalan beriringan dengan optimalisasi layanan pengelolaan sampah daerah. Kedua hal itu dinilai perlu agar kawasan Pelabuhan Pulau Baai tetap bersih dan aktivitas operasional tidak terganggu.

Bagi Pelindo, kebersihan jalur operasional bukan sekadar soal estetika. Jalan Line 1 dipakai untuk pergerakan barang dan kendaraan di pelabuhan, sehingga sampah yang menumpuk di tepi jalur berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas tersebut.

Persoalan di Pulau Baai memperlihatkan bagaimana kerusakan infrastruktur jalan di satu titik bisa merembet ke tata kelola kawasan pelabuhan. Selama akses utama warga Teluk Sepang belum diperbaiki, tekanan terhadap jalur operasional pelabuhan akan terus berlanjut.

Reporter: Saiful
Sumber: bengkulunews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top