LANGSA — Kepala Bidang Mitigasi, Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Langsa, Reza Ardiansyah, menyatakan rapat lintas sektoral digelar sebagai respons cepat atas meningkatnya kabut asap yang mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Pemantauan kualitas cuaca dan udara akan dilakukan secara intensif bersama BMKG dan Dinas Kesehatan.
BPBD Kota Langsa juga menyiapkan edukasi dan imbauan kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan serta wajib menggunakan masker. Pembagian masker gratis direncanakan menyasar sekolah-sekolah, pasar, dan jalan protokol di wilayah kota.
Reza Ardiansyah menegaskan anak-anak sekolah merupakan kelompok paling rentan terpapar ISPA akibat kabut asap. BPBD Kota Langsa akan menggandeng berbagai organisasi perangkat daerah untuk turun langsung ke SD, SMP, dan SMA.
"Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan berbagai OPD (lintas sektor) Kota Langsa akan segera turun langsung membagikan masker ke sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, pasar, dan jalan protokol di Kota Langsa. Ini adalah bentuk kehadiran Pemerintah Kota Langsa di tengah masyarakat," tegas Reza Ardiansyah.
Kepala BPBD Kota Langsa, Dr. Muhammad Yusuf Akbar, M.K.M., menyebut langkah ini sebagai komitmen Langsa Juara untuk memastikan kesehatan warga tetap terjaga. Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat kabut asap.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan kabut asap ini berjalan efektif dan terpadu," ujar Muhammad Yusuf Akbar.
Rapat lintas sektoral tersebut diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi dampak karhutla di Kota Langsa. Pemerintah Kota Langsa melalui BPBD akan terus bergerak cepat dalam penanganan darurat.
"Pemerintah Kota Langsa melalui BPBD akan terus bergerak cepat dalam penanganan darurat. Keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas utama kami," imbuh Muhammad Yusuf Akbar.