ACEH — Film dokumenter Always LALISA resmi tayang di jaringan bioskop CGV Indonesia mulai Senin (12/10/2026), membawa kisah perjalanan solo Lisa BLACKPINK selama setahun terakhir. Tiketnya dibanderol Rp 150 ribu dan film ini diproduksi dalam bahasa Inggris dengan teks bahasa Indonesia. Penayangannya menyebar ke sejumlah kota, dari Jakarta hingga Samarinda.
Sutradara Sue Kim mengarahkan Always LALISA sebagai dokumenter berdurasi penuh yang mengikuti Lisa selama satu tahun transformatif jauh dari BLACKPINK. Grup fenomenal K-Pop itu disebut tengah menghentikan sementara aktivitasnya, dan Lisa memulai babak solo pertamanya yang sesungguhnya.
Pertanyaan besar yang diangkat film ini sederhana tapi berat: siapa Lisa di luar BLACKPINK? Kamera mengikuti prosesnya menulis, merekam, dan merilis album solo debut Alter Ego.
Always LALISA juga merekam debut akting Lisa di musim ketiga The White Lotus. Selain itu, ada persiapan penampilan solo besar pertamanya di Coachella Music Festival 2025.
Lahir dan besar di Thailand, Lisa meninggalkan rumah pada usia empat belas tahun untuk berlatih dalam sistem K-Pop Korea Selatan yang keras. Dari sana ia meraih status superstardom global.
Membangun jalannya sendiri, terutama di pasar musik Barat, membawa tekanan baru. Sorotan tanpa henti dan tantangan mendefinisikan ulang dirinya jadi bagian yang direkam intim dan emosional.
Always LALISA sudah mulai tayang sejak Senin (12/10/2026) di CGV berbagai kota. Daftarnya mencakup Jakarta, Bekasi, Bandung, Batam, Cikarang, Depok, Karawang, Makassar, Medan, Padang, Palembang, Purwokerto, hingga Samarinda.
Harga tiket nonton film Always LALISA dibanderol Rp 150 ribu. Film ini diproduksi dalam bahasa Inggris dengan teks bahasa Indonesia.
Sebelum tayang di Indonesia, Always LALISA diputar perdana di program Gala TIFF 2026. 51st Toronto International Film Festival berlangsung mulai 10-20 September 2026.
Film ini juga jadi jembatan menuju album PRESS PLAY yang rencananya akan keluar 23 Oktober. Artinya, Always LALISA bukan sekadar dokumenter penutup satu fase, melainkan pembuka menuju babak berikutnya.
Bagi Lilies dan BLINKs di Indonesia, penayangan di CGV memberi kesempatan menonton perjalanan Lisa di layar lebar, bukan lewat layar ponsel.