BANDA ACEH — Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyatakan keberhasilan pengamanan tidak semata bergantung pada jumlah personel yang diturunkan. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan peserta kegiatan dinilai sama menentukan.
Apel gelar pasukan dipimpin Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho. Personel dari sejumlah instansi yang terlibat pengamanan turut mengikuti apel di Aula Meuligoe Polda Aceh tersebut.
Joko merinci personel gabungan berasal dari Polri, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Totalnya 1.820 orang yang disiagakan selama tiga hari pelaksanaan muzakarah.
"Polda Aceh mengerahkan sebanyak 1.820 personel gabung, baik dari Polri maupun TNI serta unsur pemerintah daerah untuk pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi," katanya di Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).
Komposisi personel tersebar di sejumlah titik pengamanan. Polda Aceh belum merinci pembagian penempatan per satuan tugas.
Apel gelar pasukan digelar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan internasional berjalan aman, tertib, dan khidmat. Joko menyebut apel juga menjadi kesempatan memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
"Apel gelar pasukan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian agenda internasional tersebut berlangsung aman, tertib, dan khidmat," ujarnya.
Koordinasi antarlembaga diperkuat agar pelaksanaan pengamanan optimal selama kegiatan berlangsung. Pengamanan agenda berskala internasional, menurut Joko, membutuhkan kesiapan, kedisiplinan, serta sinergi seluruh unsur yang terlibat.
Selain kesiapan personel, koordinasi lintas instansi menjadi perhatian dalam pengamanan. Upaya ini mencakup antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat menghambat kegiatan.
Pengaturan arus lalu lintas dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat di sekitar lokasi acara juga masuk dalam cakupan pengamanan. Langkah itu diperlukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta yang datang dari berbagai daerah maupun negara.
Joko mengingatkan seluruh personel menjalankan tugas secara profesional dan humanis. Personel juga diminta tetap tanggap terhadap perkembangan situasi di lapangan.
"Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing, mengedepankan pendekatan humanis, serta tetap waspada dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan," katanya.
Polda Aceh bersama TNI dan pemerintah daerah berkomitmen menjalankan pengamanan terpadu selama Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II Tahun 2026 berlangsung. Agenda ini berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Kota Banda Aceh.
Joko berharap kesiapan personel dan kerja sama seluruh pihak mendukung kelancaran kegiatan internasional tersebut. Seluruh pihak yang terlibat diharapkan merasa aman dan nyaman selama rangkaian acara.
"Dengan kesiapan dan kerja sama seluruh unsur, kami berharap agenda internasional ini dapat berlangsung dengan baik serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat," kata Joko Krisdiyanto.