BANDA ACEH — Penyerahan motor roda tiga modifikasi berlangsung di sela rangkaian Wisuda Gelombang III Tahun 2026 UIN Ar-Raniry. Hikma Indrawani, mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, menerima kendaraan tersebut langsung dari Rektor Mujiburrahman.
Kendaraan itu disalurkan lewat Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry, unit pengelola dana yang menghimpun donasi sivitas akademika dan masyarakat. Penyerahan dilakukan di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebelum menerima bantuan, Hikma harus berjalan kaki menuju kampus setiap hari. Ia berangkat 30–40 menit lebih awal agar tidak terlambat mengikuti perkuliahan.
Kondisi itu berubah setelah motor roda tiga modifikasi diserahkan. Kendaraan tersebut dirancang menyesuaikan kebutuhan mobilitas penerima yang menyandang disabilitas daksa.
"Alhamdulillah, dengan motor ini saya bisa lebih mudah ke kampus, membeli keperluan, dan beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Jarak bukan lagi penghalang bagi saya untuk terus berkembang," kata Hikma.
Ketua ITF UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, menyebut kampus saat ini memiliki 22 mahasiswa penyandang disabilitas. Mereka mendapat perhatian melalui berbagai bentuk dukungan, termasuk akses beasiswa.
Sepanjang 2023–2025, program ITF telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 6.000 mahasiswa dengan nilai mencapai Rp7 miliar. Angka itu mencakup beragam skema bantuan, tidak hanya kendaraan.
Rektor Mujiburrahman menegaskan bantuan tersebut bagian dari komitmen kampus memberi kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh mahasiswa. Termasuk mereka yang menyandang disabilitas.
"Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menyelesaikan pendidikannya," ujarnya.
Hikma sendiri tercatat sebagai penghafal Al-Qur'an 30 juz. Ia berharap dapat menyelesaikan kuliah dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
"Setelah menyelesaikan kuliah, saya ingin mengabdi untuk masyarakat dan memberikan manfaat kepada sesama," ujarnya.
Bantuan kendaraan ini menjadi salah satu upaya mendukung kemandirian mahasiswa penyandang disabilitas. Tujuannya agar mereka bisa mengakses pendidikan dan mengembangkan potensi tanpa terkendala mobilitas.