ACEH — Lionel Messi resmi mengakhiri karier 21 tahunnya bersama Timnas Argentina setelah laga melawan Benin menjadi penampilan terakhirnya. Wacana memensiunkan nomor 10 yang identik dengannya pupus karena regulasi FIFA mewajibkan penomoran berurutan di turnamen mayor, sehingga nomor itu harus diwariskan ke pemain lain.
Argentina tidak punya opsi mengosongkan nomor punggung 10 meski Messi meninggalkan warisan yang nyaris tak tertandingi. FIFA mewajibkan setiap tim nasional memakai nomor secara berurutan, mulai 1 hingga 26, pada turnamen besar seperti Piala Dunia. Konsekuensinya, nomor bersejarah itu tetap harus dikenakan pemain lain di setiap kompetisi resmi.
Messi menutup kiprahnya di level internasional dengan catatan 126 gol dari 208 penampilan. Ia juga tercatat sebagai top skor dan top assist sepanjang masa Timnas Argentina, capaian yang membuat nomor 10 semakin lekat dengan namanya.
Argentina sebenarnya bukan kali pertama mencoba memensiunkan nomor 10. Menjelang Piala Dunia 2002, federasi mengajukan permohonan serupa untuk menghormati Diego Maradona. FIFA menolak, dan nomor itu akhirnya dikenakan Ariel Ortega.
Messi sendiri pertama kali memakai nomor 10 bersama Argentina pada 2009. Sejak saat itu, nomor tersebut menjadi identitasnya di setiap turnamen, termasuk saat membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022.
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan nomor keramat tersebut. Nico Paz dari Como menjadi kandidat favorit di mata penggemar karena memiliki kaki kiri dan kreativitas yang identik dengan pemain nomor 10.
Franco Mastantuono, yang berstatus pinjaman dari Real Madrid di Fiorentina, juga masuk dalam bursa. Gaya bermain dan kreativitasnya dinilai cocok mengenakan nomor tersebut.
Dua opsi lain datang dari pemain yang lebih matang. Alexis Mac Allister, gelandang Liverpool yang merupakan bagian dari skuad juara dunia, sudah mengenakan nomor 10 di level klub. Sementara Lautaro Martinez, penyerang utama Argentina, memakai nomor 10 di Inter Milan.
Messi meninggalkan standar yang sangat tinggi bagi penerusnya. Nomor 10 bukan sekadar angka, melainkan simbol ekspektasi setelah 21 tahun dijalani dengan gelar juara dunia dan rekor individu.
Siapa pun yang memakainya nanti akan menghadapi beban sejarah panjang, dari Maradona hingga Messi. Argentina kini berada di fase transisi, mencari figur yang layak meneruskan warisan tersebut di pentas internasional.