ACEH — Kementerian Komunikasi India membantah tuduhan Elon Musk bahwa Starlink diblokir secara tidak adil oleh "oligarki" di negara itu. Pemerintah menyatakan kerangka regulasi satelitnya berlaku "adil dan non-diskriminatif" untuk semua operator. Starlink sendiri masih menunggu clearance keamanan sebelum bisa mengajukan spektrum dan memulai layanan komersial.
Elon Musk melontarkan tuduhan bahwa sejumlah pihak yang ia sebut "oligarki" sengaja menghambat peluncuran Starlink di India demi mempertahankan cengkeraman monopoli mereka. Ia menyebut tindakan itu sebagai "kejahatan terhadap rakyat India" dan menegaskan Starlink bisa menghadirkan internet cepat berbiaya terjangkau bagi warga yang belum terlayani. Musk tidak menyebut identitas pihak yang dimaksud maupun menyertakan bukti atas klaimnya.
Beberapa jam setelah pernyataan itu, Kementerian Komunikasi India merilis bantahan resmi. Menurut kementerian, Starlink dan dua operator satelit berlisensi lainnya berada di "tahap regulasi yang kurang lebih sama". Ketiganya masih menjalani asesmen keamanan yang wajib tuntas sebelum boleh mengajukan spektrum, yakni frekuensi radio yang dipakai satelit untuk mengirim sinyal.
Starlink sudah lebih dari lima tahun berupaya masuk ke India, pasar dengan lebih dari satu miliar pelanggan internet. Perusahaan belum memulai layanan komersial meski telah mengantongi sejumlah persetujuan regulasi kunci dan bermitra dengan dua operator telekomunikasi terbesar India, Reliance Jio dan Bharti Airtel, pada tahun lalu.
SpaceX juga membentuk tim lokal untuk menyiapkan peluncuran. Pada Desember, perusahaan menunjuk mantan eksekutif Payoneer, Prabhakar Jayakumar, untuk memimpin operasi Starlink di India. Starlink mengklaim telah memiliki lebih dari 20 gateway site, stasiun bumi yang menghubungkan satelit ke internet, plus ratusan antena di daratan India.
Pernyataan Musk muncul tak lama setelah Lauren Dreyer, Vice President of Business Operations Starlink, tampil di konferensi industri telekomunikasi India Mobile Congress di New Delhi. Dreyer menegaskan komitmen perusahaan terhadap pasar India.
"We stand ready to serve India," ujar Dreyer, seraya menambahkan Starlink ingin membantu mewujudkan target konektivitas universal Perdana Menteri Narendra Modi.
Starlink memposisikan jaringan satelitnya sebagai pelengkap, bukan pengganti, jaringan telekomunikasi terestrial India. Perusahaan juga mengklaim telah menyesuaikan operasinya dengan persyaratan regulasi, keamanan, dan kedaulatan data yang berlaku di negara itu.
SpaceX pertama kali mencoba meluncurkan Starlink di India pada 2021. Upaya itu berujung pada pengembalian dana preorder perangkat pada awal 2022 setelah pemerintah India menegur perusahaan karena dianggap "melakukan pemesanan/penyediaan layanan internet satelit" sebelum memperoleh lisensi yang diperlukan.
Starlink juga sempat berselisih dengan operator telekomunikasi terbesar India soal mekanisme alokasi spektrum satelit. Starlink mendorong alokasi secara administratif, sementara Reliance Jio menuntut lelang, posisi yang berpotensi membuat biaya masuk Starlink lebih mahal. India akhirnya memilih pendekatan yang diinginkan Starlink, yakni alokasi administratif alih-alih lelang.
Jio dan Airtel, dua operator telekomunikasi terbesar India, turut mengembangkan layanan internet satelit sendiri. Jio menggandeng operator satelit SES untuk broadband satelit, sedangkan Airtel menjadi pendukung utama Eutelsat OneWeb, operator satelit berlisensi lain di India. Keduanya tetap sepakat mendistribusikan Starlink di pasar India.
Waktu peluncuran Starlink di India masih belum jelas. Pekan ini, perusahaan meluncurkan Starlink Mobile, layanan yang menghubungkan ponsel biasa ke satelit, di Bangladesh yang berbatasan langsung dengan India. Starlink, Kementerian Komunikasi India, Reliance Jio, dan Bharti Airtel belum memberi tanggapan atas permintaan komentar.