BANDA ACEH — Prakirawan BMKG Indah menyebut suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra dan perairan timur Aceh turut meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Kondisi itu mendukung pembentukan awan hujan di atas wilayah Aceh selama dua hari ke depan.
Pada 7 Oktober, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Besar, dan Aceh Singkil. Kondisi serupa juga berpeluang terjadi di Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, dan Subulussalam.
Warga di sembilan kabupaten/kota tersebut diminta menyiapkan diri menghadapi cuaca buruk yang bisa datang tiba-tiba. BMKG mencatat hujan intensitas tinggi umumnya turun pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intensif pada siang hari.
Memasuki 8 Oktober, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yakni Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Tengah. Cuaca buruk juga diprediksi terjadi di Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Gayo Lues.
Pola hujan yang berpindah ke sisi timur dan selatan Aceh ini tetap berakar pada kondisi atmosfer yang sama. Belokan angin dan konvergensi masih aktif menjaga pasokan uap air di wilayah tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara dalam kondisi cuaca buruk.
Kawasan seperti danau, sungai, dan waduk diminta dihindari ketika hujan berintensitas tinggi atau berlangsung dalam durasi lama. Potensi angin kencang yang menyertai hujan menjadi perhatian tersendiri bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir dan dataran tinggi Gayo.
Peringatan dini ini berlaku untuk periode 7 hingga 8 Oktober 2026. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh akan memperbarui prakiraan jika terjadi perubahan pola cuaca di wilayah Aceh.