BIREUEN — Penilaian berlangsung selama September 2026 dan melibatkan 14 sekolah serta dayah unggulan di Kabupaten Bireuen. Tim penilai terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan.
Nilai 263,87 yang diraih Al Zahrah menjadi yang tertinggi pada kategori dayah. Angka itu merupakan akumulasi dari sejumlah aspek penilaian lapangan yang dilakukan tim pembina.
Tim penilai menyoroti tiga hal utama dari setiap peserta. Pertama, kondisi kebersihan lingkungan sekolah dan dayah. Kedua, ketersediaan fasilitas ruang UKS. Ketiga, pelaksanaan program Trias UKS.
Ketua Sekretariat Tim Pembina UKS/M/D Kabupaten Bireuen, Azmi, S.Ag., menyebut penghargaan ini sebagai hasil dari rangkaian penilaian lapangan yang berlangsung pada September 2026.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari rangkaian penilaian lapangan yang berlangsung pada September 2026,” kata Azmi.
Penanggung Jawab UKS Pesantren Modern Al Zahrah, Ayu Agus Melani, A.Md.Kep., menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur. Ia menilai capaian ini buah dari kerja keras seluruh pihak di lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras tim. Semoga menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan layanan kesehatan di pesantren,” ujarnya.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., turut memberi apresiasi kepada tim yang dinilai berperan besar dalam perolehan nilai tersebut.
“Selamat kepada kita semua, terkhusus Ustazah Ayu dan tim atas kerja kerasnya. Terima kasih dan semoga kita mampu mempertahankannya,” katanya.
Kemenangan di tingkat kabupaten membuka kesempatan bagi Al Zahrah untuk membawa nama Kabupaten Bireuen pada penilaian UKS/M/D tingkat Provinsi Aceh. Persiapan menuju tahap itu menjadi agenda berikutnya bagi pihak pesantren.
Selain soal kompetisi, Al Zahrah menyatakan komitmen untuk mempertahankan budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. Dua hal itu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi para santri.