Inflasi Aceh 5,03 Persen Tertinggi di Sumatera, Beras dan Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar

Penulis: Ragil  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:45:31 WIB
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyampaikan capaian inflasi Aceh pada September 2026.

BANDA ACEH — Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, menyatakan kenaikan harga barang dan jasa pada September 2026 mencapai 5,03 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu menempatkan Aceh di posisi teratas inflasi tahunan se-Sumatera, sementara Sumatera Selatan mencatat inflasi terendah 2,55 persen dengan IHK 112,21.

Selain inflasi tahunan, Aceh juga membukukan inflasi bulanan 0,36 persen dan inflasi tahun kalender 1,94 persen. Tekanan harga datang dari kelompok pangan maupun kelompok pengeluaran lain, terutama penyediaan makanan dan minuman serta transportasi.

Beras dan Nasi Lauk Dominasi Andil Inflasi Tahunan

Beras menjadi komoditas penyumbang terbesar dengan andil 0,62 persen, disusul nasi dengan lauk 0,56 persen. Emas perhiasan menyumbang 0,30 persen, bensin 0,29 persen, dan daging ayam ras 0,27 persen.

Pada inflasi bulanan, cabai merah justru menempati andil terbesar yakni 0,34 persen. Cabai hijau menyusul dengan 0,20 persen, daging ayam ras 0,17 persen, ikan tuna 0,02 persen, dan semangka 0,02 persen.

“Secara umum, harga barang dan jasa pada September 2026 meningkat 5,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Agus.

Kelompok Restoran Naik Paling Tinggi, Pakaian Satu-satunya yang Turun

Kenaikan indeks terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,17 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 7,90 persen serta transportasi 5,94 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 5,02 persen, perlengkapan rumah tangga 4,23 persen, informasi dan komunikasi 3,88 persen, perumahan dan listrik 3,25 persen. Sementara rekreasi 1,98 persen, kesehatan 1,08 persen, dan pendidikan 0,56 persen.

Hanya kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami penurunan indeks, yakni 1,30 persen.

“Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” kata Agus.

Aceh Tengah Catat Inflasi Tertinggi, Meulaboh Terendah

Dari wilayah penghitungan IHK di Aceh, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi 5,86 persen dengan IHK 120,31. Inflasi bulanan di kabupaten itu juga tertinggi di Aceh, yakni 0,59 persen.

Sebaliknya, Meulaboh mencatat inflasi tahunan terendah 3,61 persen dengan IHK 116,49, sekaligus mengalami deflasi bulanan 0,04 persen.

Di tingkat Sumatera, Aceh Tengah menjadi kabupaten/kota dengan inflasi tahunan tertinggi di antara 41 wilayah penghitungan IHK. Inflasi terendah di pulau itu terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 1,63 persen dengan IHK 110,34.

Reporter: Ragil
Sumber: rahasiaumum.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top