SINGKIL — Hujan berintensitas tinggi yang turun berjam-jam memicu luapan air sungai dan membuat pemukiman di dataran rendah terendam dengan cepat. Warga Desa Bulusema menyebut luapan tidak hanya merendam puluhan pekarangan dan sejumlah rumah, tetapi juga mulai menggenangi badan jalan lintas yang menghubungkan Subulussalam dan Singkil.
"Dampak paling signifikan saat ini terjadi di Desa Bulusema, Kecamatan Suro Makmur, luapan sungai tidak hanya merendam puluhan pekarangan dan sejumlah rumah warga, tetapi juga mulai menggenangi badan jalan lintas vital yang menghubungkan Subulussalam dan Singkil," ungkap warga Suro Makmur, Bancin.
Debit air terus merangkak naik sejak sore hari karena kiriman air dari hulu sungai yang cukup deras. Sejumlah warga yang rumahnya mulai kemasukan air sibuk menyelamatkan barang-barang elektronik serta dokumen berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Belum ada laporan pengungsian massal. Meski begitu, situasi di lapangan terpantau cukup menegangkan bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.
Aparat desa langsung turun ke lokasi untuk memantau situasi dan mengatur arus lalu lintas di area jalan yang terendam. Petugas mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan beroda dua dan mobil kecil, untuk ekstra waspada saat melintasi Desa Bulusema.
Kondisi jalan yang tergenang memaksa para pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraan demi keselamatan. Jika ketinggian air terus meningkat, potensi putusnya akses transportasi antarkabupaten ini menjadi ancaman nyata.
Hingga Selasa malam, cuaca di sebagian besar wilayah Aceh Singkil dilaporkan masih hujan. Seluruh elemen masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas curah hujan berdasarkan prakiraan cuaca setempat masih berpeluang tinggi terjadi dalam beberapa hari ke depan.