ACEH — Tesla kembali membuka daftar reservasi untuk Roadster generasi kedua yang tertunda sejak 2017, dengan syarat deposit total USD 50.000 sebelum tanggal peluncuran perdana 1 Oktober 2026. Calon pembeli harus menyetor USD 5.000 lewat kartu kredit saat mendaftar, lalu melunasi USD 45.000 sisanya via transfer bank dalam 10 hari. Angka ini setara harga satu unit Ford Mustang GT baru di Amerika Serikat.
Pengumuman pembukaan reservasi ini muncul beberapa pekan setelah Tesla menyatakan tanggal peluncuran finalnya. Bagi penggemar mobil listrik performa tinggi, momen ini jadi ujian kesabaran terakhir sebelum spesifikasi asli terungkap.
Halaman reservasi Tesla merinci mekanisme pembayaran yang tidak biasa untuk ukuran mobil konsumen. Pendaftar cukup membayar USD 5.000 via kartu kredit di muka, sementara sisa USD 45.000 wajib ditransfer lewat wire transfer dalam 10 hari.
Artinya, pembeli tidak bisa menumpuk poin kartu kredit dari seluruh nilai deposit. Deposit ini diklaim dapat dikembalikan, tetapi rekam jejak pengembalian dana Tesla jadi catatan tersendiri.
Sam Altman dan Marques Brownlee termasuk pihak yang pernah menyoroti sulitnya menarik kembali uang muka produk Tesla. Calon pembeli sebaiknya membaca syarat pengembalian sebelum mentransfer dana besar.
Sejak acara peluncuran perdana pada 2017, Elon Musk sudah menebar sejumlah klaim teknis soal Roadster baru. Ia menyebut akselerasi 0-60 mph di bawah dua detik, kecepatan puncak di atas 250 mph, dan jarak tempuh 620 mil.
Klaim yang paling banyak diperdebatkan adalah opsi thruster terinspirasi SpaceX. Musk sempat menyatakan perangkat ini bisa memberi dorongan tambahan hingga kemampuan melayang atau terbang.
Belum ada satu pun dari klaim tersebut yang terverifikasi lewat pengujian independen. Semuanya masih sebatas pernyataan Musk di media sosial dan sesi wawancara.
Acara 1 Oktober 2026 di Texas akan jadi momen penentu apakah klaim Musk selama sembilan tahun ini berdasar atau cuma gimmick pemasaran. Spesifikasi final, harga jual, dan jadwal produksi diharapkan terungkap di sana.
Kalau Tesla kembali menunda atau mengurangi spesifikasi dari yang dijanjikan, kepercayaan konsumen pada lini produk non-massal mereka bakal makin tergerus. Sebaliknya, jika Roadster benar-benar meluncur sesuai klaim, Tesla bisa mengunci posisinya di segmen EV performa tinggi yang kini mulai diisi merek lain.