Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.853 per Dolar AS, Tertekan Ketegangan Iran-AS

Penulis: Fajar  •  Selasa, 22 September 2026 | 13:18:01 WIB
Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

ACEH — Nilai tukar rupiah melemah 0,16% ke Rp17.853,9 per dolar AS pada perdagangan Selasa (22/9/2026), menjauh dari penutupan sebelumnya di Rp17.825. Pelemahan terjadi di tengah memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat yang menekan mata uang negara berkembang. Pasar memantau pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan pejabat Iran di sela Sidang Majelis Umum PBB pekan ini.

Data pergerakan intraday menunjukkan USD/IDR bergerak di rentang Rp17.830,0 hingga Rp17.898,0 sepanjang sesi. Level bid tercatat di Rp17.852,9 dan ask di Rp17.855,0, sementara rupiah dibuka di Rp17.845,7 atau sedikit lebih lemah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah bukan fenomena sehari. USD/IDR tercatat menguat sekitar 5,14% dalam enam bulan terakhir dan 7,52% dalam setahun terakhir, mencerminkan tekanan yang konsisten terhadap mata uang domestik sepanjang 2026. Pasangan mata uang ini masih berada dalam rentang 52 minggu di Rp16.509,5 hingga Rp18.197,5.

Ketegangan Iran-AS Jadi Pemicu Utama

Memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu pemicu pelemahan mata uang berkembang, termasuk rupiah. Trump dijadwalkan bertemu dengan pejabat Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan ini.

Pasar masih memandang langkah diplomasi tersebut rawan gagal mengingat tingginya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ketegangan ini turut membuat harga minyak dunia bergerak volatil dan berpotensi menambah beban biaya impor energi Indonesia, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan terhadap rupiah di pasar spot.

Rentang Pergerakan dan Faktor yang Dipantau Pasar

Sejumlah analis memperkirakan rupiah akan bergerak volatile dalam kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan. Dua faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan rupiah berikutnya adalah perkembangan konflik Iran-AS serta arah kebijakan Rapat Dewan Gubernur BI.

Bagi investor, fluktuasi rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengelola portofolio, terutama di tengah dinamika pasar global maupun domestik.

Eksposur Dolar dan Alternatif bagi Investor

Investor yang ingin memiliki eksposur ke aset berbasis dolar tanpa menghadapi kompleksitas transaksi valuta asing konvensional dapat mempertimbangkan stablecoin seperti USDT dan USDC, sesuai dengan profil risiko masing-masing. Pintu menghadirkan promo Earn USDT & USDC Locked 90 hari yang memungkinkan pengguna mengunci aset stablecoin untuk jangka waktu tertentu.

Informasi lengkap mengenai syarat, ketentuan, dan periode promo dapat dilihat melalui blog resmi Pintu. Pengguna juga dapat mengakses harga Bitcoin, USDT to IDR, dan harga saham Nvidia tertokenisasi melalui Pintu Market.

Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi. Lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.

Reporter: Fajar
Sumber: pintu.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top