BANDA ACEH — Tiga jembatan di jalur Lintas Timur Aceh yang rusak akibat banjir bandang kini dalam proses pemulihan. Pemerintah memastikan rekonstruksi terus berjalan untuk mengembalikan akses transportasi dan distribusi logistik masyarakat.
Kerusakan tiga jembatan tersebut sempat memutus konektivitas antardaerah di jalur timur provinsi. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi pergerakan barang dan orang dari kabupaten satu ke kabupaten lain.
Pemerintah menempatkan pemulihan jembatan sebagai prioritas karena menyangkut hajat hidup warga. Akses yang terputus berdampak langsung pada distribusi logistik dan mobilitas harian masyarakat.
Perbaikan difokuskan pada pemulihan struktur jembatan agar bisa kembali dilintasi kendaraan. Proses ini dilakukan bertahap sambil memastikan keselamatan pengguna jalan.
Jalur Lintas Timur menghubungkan sejumlah kabupaten di Aceh dan menjadi rute utama angkutan barang. Ketika jembatan rusak, pasokan kebutuhan pokok ke sejumlah daerah ikut terganggu.
Pemulihan akses diharapkan menekan dampak ekonomi yang dirasakan pedagang dan warga. Distribusi yang lancar membuat harga barang lebih stabil di pasar-pasar daerah.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut menjadi penyebab utama kerusakan tiga jembatan. Arus air yang deras menggerus bagian struktur hingga jembatan tak lagi layak dilintasi.
Pemerintah terus memantau kondisi lapangan selama proses perbaikan berlangsung. Rekonstruksi ditargetkan selesai agar aktivitas warga kembali pulih.
Setelah pemulihan rampung, jalur Lintas Timur Aceh diharapkan kembali menjadi penghubung utama antarkabupaten. Pemerintah juga memastikan penanganan pascabencana berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur.
Warga diminta tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi perbaikan. Imbauan itu demi keselamatan bersama selama proses rekonstruksi belum tuntas.